Gojentakmapan

Basuki Minta Waduk Karaloe Selesai 2018

GOWA, BKM — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Basuki Hadimulyono, meminta agar pembangunan waduk Karaloe yang terletak di Kabupaten Gowa, tepatnya di Desa Taring, Kecamatan Biringbulu dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu selesai pembangunan fisiknya pada 2018.
Basuki menolak jika estimasi penyelesaian waduk oleh pihak pelaksana ditarget 2020 mendatang. ”Saya mau pekerjaan waduk ini selesai 2018. Jangan menunggu sampai 2020,” tegas Basuki saat meninjau kegiatan pembangunan waduk Karaloe, Rabu sore (19/4).
Kunjungan Menteri PU yang didampingi Dirjen SDA Kementerian PU, Imam Santoso, Komisi Bidang Anggaran DPR RI, Iwan Aras dan Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo itu disambut hangat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan bersama Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate serta Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Willy Brodus Yosrohadi dan Kapolres Gowa, AKBP Ivan Setiadi juga Camat Tompobulu, Syamhari Rasyid dan Camat Biringbulu, Muh Yamin Basri.
Saat melihat langsung lokasi waduk yang sempat diwarnai masalah pembebasan lahan, sehingga pelaksanaan pembangunan sempat terhambat itu, Basuki memuji keindahan lokasi waduk Karaloe yang tidak kalah dengan bendungan Gondang Tawamangun.
”Lokasi Karaloe ini sangat bagus. Suasananya bisa untuk resort juga. Ini bisa menjadi potensi besar yang tidak hanya sebagai waduk, tapi sebagai obyek wisata. Saya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa karena dengan kerja kerasnya dibantu pihak Kodim 1409 dan Polres maka pembebasan dapat terlaksana dengan baik. Baru Maret kemarin bisa disepakati para warga disini terkait pembebasannya. Sehingga pekerjaan fisik pun mulai optimal jalan,” terang menteri.
Karena dinilai lambat, maka Basuki pun meminta jadual pekerjaan dipercepat, sehingga bisa rampung lebih awal. ”Saya minta jadual yang baru dan dua pekan ke depan serahkan kepada saya schedule baru itu. Fisik sekarang ini baru 12 persen dan baru kawasan direksi kit dan belum mulai kerja intinya,” kata Basuki kepada wartawan di lokasi sebelum terbang kembali menggunakan helikopter ke Makassar bersama rombongan.
Terkait keberadaan waduk Karaloe ini, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, sebelum ada waduk, pendapatan jagung kuning masyarakat di daerah tersebut sebesar Rp2,4 triliun. Jika waduk sudah ada, maka produksi jagung kuning masyarakat akan meningkat lebih besar.
”Kita harapkan dengan adanya waduk ini, maka minimal dalam lima tahun itu lima kali panen jagung. Ini sangat bagus jika kita melihat modal tanam jagung petani hanya sebesar Rp86 miliar dan hasilnya bisa mencapai Rp2,4 triliun per tahun,” ujar SYL.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengharapkan jangkauan aliran waduk ini tidak hanya dirasakan masyarakat Gowa, namun juga bisa mengairi semua daerah di Sulsel.
Dalam peninjauan yang berlangsung sekitar setengah jam, Basuki meminta penjelasan pihak proyek terkait lambannya pekerjaan. Oleh Agus Setiawan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang, dan Ansar, Kepala Satker SNVT Pembangunan Bendungan BBWS Pompengan-Jeneberang menjelaskan detil alasan-alasannya. Termasuk soal pembebasan beberapa waktu lalu yang cukup menyita waktu pelaksanaan.
Mega proyek ini melibatkan lima perusahaan nasional, masing-masing PT Nindya Karya (Persero) Wilayah V selaku pelaksana konstruksi dan PT Widya Graha Asana, PT Tata Guna Patria dan PT Catur Bina, PT Bintang Tirta Pratama, KSO selaku konsultan supervisi.
Dijelaskan Agus Setiawan, waduk Karaloe ini nantinya akan mereduksi banjir sebesar 203 m3/det, mengaliri daerah irigasi Kelara Karaloe seluas 7.004 Ha, menyediakan air baku kurang lebih 440 Lt/det, sebagai pembangkit tenaga listrik kurang lebih 4,5 MW juga berfungsi sebagai obyek wisata dan perikanan air tawar.
Proyek bendungan Karaloe ini, dijadualkan rampung pada 2018 sejak dirancang bangun pada 2013 lalu. Bendungan ini bertipe Concrete Face Rockfill Dam dengan elevasi pincak bendungan EL.kurang lebih 253.00 dengan panjang puncak 396 meter dan lebar puncak 8.0 meter. Luas genangan waduk kurang lebih 145 Ha dan daya tampung total 40,50 juta m3. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top