Aturan Jadi Pajangan, Parkir Liar Kian Menjamur Dewan: Dishub Harus Tegas – Berita Kota Makassar
Metro

Aturan Jadi Pajangan, Parkir Liar Kian Menjamur Dewan: Dishub Harus Tegas

MAKASSAR, BKM–Kota Makassar belum bisa keluar dari permasalahan parkir liar. Padahal, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Makassar dan PD Parkir Makassar Raya untuk membenahi perparkiran. Salah satunya dengan mengadakan motor penertiban parkir.

Selain permasalahan parkir, pendapatan asli daerah (PAD) melalui parkir juga masih minim, bahkan sektor parkir belum memberikan kontribusi yang memadai. Salah satu penyebabnya adalah kian menjamurnya parkir liar dengan juru parkir yang liar pula. Mereka menarik retribusi parkir dari para pengendara tapi tidak menyetorkannya ke Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya sebagai leading sektor.
Belum efektifnya larangan parkir di lima ruas jalan yang banyak menimbulkan kemacetan, juga ditanggapi anggota DPRD Kota Makassar. Bahkan dewan akan memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar dan PD Parkir untuk rapat dengar pendapat, pekan depan.
Anggota Komisi C DPRD Makassar, Susuman Halim mengatakan, rambu larangan seharusnya efektif berlaku di Makassar. Pemasangan rambu larangan parkir oleh Dinas Perhubungan di sejumlah ruas jalan memang belum efektif dijalankan oleh warga Kota Makassar, sehingga dibutuhkan penegakan hukum dan penerapan sanksi tegas.
“Hampir kita temui di pinggir jalan orang sembarang parkir bahkan paling banyak di Jalan AP Petta Rani, Ratulang, Perintis Kemerdekaan dan ruas jalan tersebut masuk sebagai zona larangan parkir,” ungkanya di gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (19/4).
Anggota Komisi A DPRD Makassar, Jufri Pabe juga menuturkan pekerjaan dishub bukan hanya mengatur lalu lintas tetapi juga membuat aturan yang wajib dijalankan dan memberi rasa nyaman para pengguna jalan.
“Membuat aturan itu perlu diterapkan. Jangan sampai membuat aturan tapi tidak ada pengawasan dari dishub dan pihak kepolisian,” tuturnya.
Banyaknya rambu-rambu larangan di Kota Makassar belum efektif dipatuhi oleh pengendara mobil dan motor. Bukan hanya itu, banyaknya larangan parkir yang dipasang tidak membuat para pengendara mematuhinya, tak ayal rambu tersebut dinilai hanya sebagai hiasan jalan saja.
Menurut Jufri Pabe, bentuk kinerja dishub belum terlihat juga dengan sejumlah traffic light yang tidak berfungsi, angkutan kota parkir di tempat-tempat yang justru terpampang rambu larangan parkir.
Terpisah, Direktur Operasional PD Parkir Makassar Raya, Syafrullah mengkalim pihaknya tidak pernah menempatkan juru parkir (Jukir) yang resmi di tempat yang masuk larangan parkir. Dimana lokasi atau tempat larangan parkir dapat diketahui dengan melihat rambu yang terpasang di pinggir jalan yang dapat mudah dilihat pengendara.
“Kita tidak pernah tempatkan Jukir di tempat yang dilarang parkir. Kalau ada itu bukan Jukir resmi dari kami,” kata Syafrullah, kemarin.
Menurutnya, keberadaan Jukir tidak resmi dari PD Parkir harus segera ditindak tegas karena sudah dipastikan telah melanggar aturan yang ada. Apalagi keberadaan parkir di badan jalan yang dilakukan jukir tidak resmi dapat memberikan dampak kemacetan di jalan.
“Jukir resmi kita kasih id dan lokasinya bukan di tempat yang dilarang parkir. Kalau ada itu harus ditindaki karena sudah melanggar,” pungkasnya.(ita-arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top