Oknum POM AL Marah, Adik Jenderal Terluka – Berita Kota Makassar
Headline

Oknum POM AL Marah, Adik Jenderal Terluka

MAKASSAR, BKM — Siang pukul 12.30 Wita di Warung Kopi (Warkop) Dottoro, Jalan Satando, Selasa (18/4). Para pengunjung tengah menikmati makanan dan minuman kesukaannya masing-masing. Mereka sambil bercengkerama satu sama lain.
Tiba-tiba datang beberapa orang anggota Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POM AL). Kira-kira berjumlah 10 orang. Mereka menggunakan mobil. Berpakaian seragam lengkap. Ada juga yang mengenakan songkok haji warna putih.
Ketika turun dari kendaraannya, mereka langsung beraksi. Melarang para pengunjung warkop untuk memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Satando depan Warkop Dottoro. Bahkan mengancam akan mengempeskan ban mobil jika tak segera dipindahkan dari tempatnya.
Melihat kedatangan oknum POM AL dan mendengar ancamannya, pengunjung warkop kemudian bergegas keluar. Termasuk diantaranya Salim Mamma, Wakil Ketua PWI Sulsel yang juga mantan Direktur Utama Harian Ujungpandang Ekspres.
Ada pula Muhammad Said dan istrinya. Pasangan suami istri ini adalah orang tua dari anggota DPRD Kota Makassar Saharuddin Said.
Mereka menuju ke mobilnya masing-masing untuk segera memindahkannya. Namun, ada diantara oknum POM AL yang terlihat hendak mengempeskan ban mobilnya. Salim kemudian meminta agar ban mobilnya tak dikempeskan, karena hendak dipindahkan.
Tapi, tiba-tiba ada oknum POM AL yang marah-marah. Adu mulut pun tak terhindarkan.
Perang kata-kata meluncur dari kedua belah kubu. Salim yang mengenakan baju kain lengan panjang warna putih, tampak sendiri menghadapi para pria berbadan besar itu.
Salim yang telah terpicu emosinya akibat kalimat pernyataan oknum POM AL, berusaha ditenangkan oleh salah seorang anggota POM AL lainnya. Ada pula seorang polisi berpakaian lengkap memintanya untuk tenang.
Mengenakan kacamata hitam dan sepatu warna senada, Salim beradu argumen dengan personel POM AL. Tiba-tiba ia diserang dan dikeroyok.
“Waktu saya keluar, ban mobilku mau dikempeskan. Saya langsung bilang, jangan dikempeskan karena saya baru mau pindahkan mobilku. Tapi ada diantara mereka yang marah-marah. Setelah sempat adu mulut, saya kemudian dikeroyok dan dipukuli,” ujar Salim yang ditemui di Rumah Sakit Akademis. Sesaat setelah kejadian, ia langsung dilarikan ke RS tersebut untuk mendapatkan perawatan medis. Ketika ditemui, Salim masih dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan luka lebam di sekitar wajah. Baju yang dikenakannya juga robek.
Dia menyebut, oknum POM AL yang melakukan pengeroyokan terhadap dirinya tidak hanya dua atau tiga orang. Tapi lebih dari itu.
Saat kejadian, Salim Mamma sempat menyampaikan bahwa dirinya seorang wartawan. Namun pengakuan itu dijawab oleh oknum POM AL; ”Itu lebih bagus.”
Salim yang merupakan adik mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Syahrul Mamma ini, juga mengaku sebagai keluarga jenderal. Tapi lagi-lagi penyerang mengabaikannya dengan melontarkan kalimat; ”Panggilko…panggilko…”
Bukan hanya Salim yang jadi sasaran amuk oknum POM AL. Tapi juga H Muhammad Said.
Bersama istrinya, orang tua legislator Partai Golkar Saharuddin Said itu bermaksud hendak melerai Salim yang tengah dikeroyok oknum POM AL. Namun nahas bagi Said. Ia juga jadi sasaran pemukulan. Selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Siloam. Ia mengalami luka di bagian wajah. Perutanya juga keram akibat terkena pukulan.
Menyikapi tindakan beringas terhadap bapaknya, Saharuddin Said langsung bereaksi. Dia mengecam keras perlakuan oknum POM AL.
”Saya sebagai anak tidak terima tindakan pengeroyokan yang dilakukan aparat POM AL. Ini tindakan pidana,” kata Saharuddin Said, kemarin.
Ia kemudian menjelaskan kronologis kejadian yang menimpa bapaknya. ”Menurut ayah saya, sebenarnya beliau sudah meninggalkan lokasi saat Pak Salim usai dikeroyok. Dia mengantar Pak Salim ke rumah sakit dan hendak ke Polsek Ujung Tanah untuk melaporkan kejadian itu. Ayah saya kemudian kembali ke lokasi untuk mengambil mobilnya. Tapi ada dari POM AL yang berteriak dan bilang ayah saya teman Pak Salim. Akhirnya dia juga dipukul,” terang Saharuddin.
Diapun berjanji akan mengadukan kejadian ini ke POM AL. Juga menemui pangdam serta gubernur. Jalur hukum akan ditempuh pula.
”Masa’ hanya persoalan parkiran langsung main pukul. Sementara lahan parkir bukan di depan kantor mereka. Tidak bikin macet. Entah apa masalahnya,” cetusnya.
Saharuddin kemudian menceritakan, ketika masih kecil ia suka bermain di Warkop Dottoro Jalan Satando. Sejak saat itu tidak ada masalah dengan parkiran.
”Kalaupun soal parkir, kan bisa diberi pengarahan. Jangan main pukul. Beri penjelasan. Saya akan menghadap ke gubernur dan panglima. Jabatan orang yang memukul itu ada masanya. Ingat itu,” cetusnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh menyayangkan peristiwa ini. Diapun menyerahkan ke Salim dan orang lain yang merasa jadi korban, untuk menempuh jalur hukum.
”Kalau seandainya saudara Salim sementara melaksanakan tugas jurnalisitiknya dan dihalang-halangi, bahkan malah dipukuli, itu sudah pelanggaran undang-undang. Lain kalau masalah pribadi,” kata Zugito, sapaan akrab Zulkifli. (ita-jun-mat/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top