Mau Daftar PTS? Cek Dulu yang Non Aktif – Berita Kota Makassar
Headline

Mau Daftar PTS? Cek Dulu yang Non Aktif

MAKASSAR, BKM — Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Dr Ir H Andi Niartiningsih,MP mengimbau kepada calon mahasiswa baru untuk mengecek perguruan tinggi swasta (PTS) yang masuk kategori aktif dan non aktif. Sebelum melakukan pendaftaran, sebaiknya memastikan status PTS yang hendak dipilihnya.
“Masyarakat harus mengecek dulu sebelum mendaftar, mana-mana saja universitas/sekolah swasta yang sedang dalam proses kami bina. Kampus tidak diizinkan untuk menerima mahasiswa jika masih dalam proses pembinaan dari kami,” ujar Andi Niartinigsih yang dihubungi, Selasa (18/4).
Ia menjelaskan, masyarakat umum dapat memperoleh informasi secara detail dan rinci pada situs Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT). Lewat situs itu masyarakat umum dapat mengetahui profil perguruan tinggi negeri dan swasta meliputi, surat keputusan pendirian, alamat dan kontak serta daftar program studi yang dimiliki.
“Perlu dipahami kampus non aktif belum tentu kampus abal-abal. Memiliki izin pembukaan kampus dan penyelenggara prodi. Hanya saja dalam pelaksanaan kegiatan perkuliahan mereka melakukan berbagai pelanggaran, sehingga dikenakan sanksi skala sedang dari Dikti yang kami sebut proses pembinaan,” jelasnya.
Selain itu, mantan dekan Fakultas Perikanan Unhas ini juga menyebutkan jenis pelanggaran kampus yang dinonaktifkan atau dalam proses pembinaan kopertis. Diantaranya terkait masalah laporan akademik. Nisbah dosen/mahasiswa. Masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan. PT tanpa izin. Penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu.
Jumlah soal jumlah mahasiswa over kuota. Ijazah atau gelar palsu. Terkait sengketa dan konflik internal. Kasus mahasiswa, serta pemindahan/pengalihan mahasiswa tanpa izin kopertis.
“Perguruan tinggi berstatus dalam pembinaan kopertis tidak boleh menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik baru. Tidak boleh melakukan wisuda. Tidak memperoleh layanan Ditjen Dikti dalam bentuk beasiswa, akreditasi, pengurusan NIDN, sertifikasi dosen, hibah penelitian, partisipasi kegiatan Ditjen,” terangnya.
Terhadap kampus yang dalam proses hukum, Kopertis IX tetap melayani yang memiliki izin penyelenggaraan sampai ada keputusan hukum yang mempunyai kekuatan hukum tetap berkenaan dengan keabsahan pengelolaan pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi dalam proses pembelajaran, harus memiliki sumber belajar, sarana dan prasarana kelengkapan yang memadai, agar tujuan pendidikan tinggi tersebut dapat tercapai,” jelas Prof Niar.
Sementara itu, setelah sempat bermasalah beberapa waktu lalu terkait pangkalan datanya, Universitas Indonesia Timur (UIT) terus melakukan pembenahan, baik secara internal maupun eksernal.
Humas UIT Zulkarnain Hamson mengemukakan, berbicara kualifikasi dan kualitas, sebuah perguruan tinggi memang harus selalu berupaya memperbaiki kinerja akademik. Seperti yang dilakukan UIT saat ini. Salah satunya adalah mengikuti proses akreditasi program studi.
Pascapembenahan pangkalan data perguruan tinggi itu, ada hikmah yang diambil UIT. Karena dengan terakreditasinya 11 fakultas, kampus ini menjadi yang pertama berstandar ISO di luar Jawa untuk spesifikasi tertib administrasi.
“Artinya, kualitas UIT bisalah disandingkan dengan perguruan tinggi besar lainnya. Data dan manajemen diperbaiki. Jadi tidak perlu lagi ragu kuliah di UIT,” ujarnya kepada BKM, Selasa (18/4).
Dia melanjutkan, sesuai anjuran pemerintah, perguruan tinggi harus dikelola secara profesional. Itu yang terus dilakukan UIT saat ini.
Saat ini, sekitar 18 ribu mahasiswa menimba ilmu di UIT. Seluruh dekan berpredikat professor yang sangat jarang ditemukan di perguruan tinggi lain.
Ditambahkan, keberadaan perguruan tinggi di daerah ini tentu dalam kontrol penuh Kopertis. Ketika ada yang bersoal pada sebuah kampus, tentu mendapat teguran.
“Dan itu yang kami hindari. Intinya, UIT terus berusaha menjaga kualitasnya,” tandasnya. (ita-rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top