Gojentakmapan

Empat Rujab Pimpinan DPRD Gowa Mubasir

GOWA, BKM — Meski Pemkab Gowa berupaya mempergunakan anggaran seefisien mungkin, namun masih saja ada anggaran yang terkesan dibuang-buang. Salah satu bukti, yakni tidak difungsikannya empat unit rumah jabatan (Rujab) pimpinan DPRD Gowa sejak dibangun tahun 2013 silam.
Empat unit Rujab itu masing-masing diperuntukkan ketua dan tiga wakil ketua DPRD Gowa. Berdirinya empat unit Rujab yang berlokasi di samping kanal di Jalan Masjid Raya tepat berhadapan dengan kantor Pengadilan Agama Sungguminasa itu, hingga kini tidak dihuni baik ketua maupun tiga wakil ketua lainnya. Bahkan empat bangunan itu kondisinya mulai terkesan tidak terawat.
”Ini kan buang-buang anggaran. Coba anggarannya dipakai untuk hal lain yang dibutuhkan masyarakat, tentu lebih manfaat ketimbang Rujab ini belum juga dimanfaatkan para pimpinan dewan tersebut. Kenapa juga Pemkab Gowa dalam hal ini pak bupati tidak menegur DPRD agar Rujab itu difungsikan. Jelas ini buang-buang anggaran,” kilah Kemal, salah seorang mahasiswa Gowa, Rabu (12/4).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gowa, H Muh Mundoap ditemui BKM di kantornya, Senin pagi (17/4), mengatakan, empat Rujab dewan itu sudah dibangun sejak 2013 dengan total anggaran Rp2,6 miliar. Perinciannya untuk Rujab ketua dianggarkan Rp800 juta dan Rujab tiga wakil ketua masing-masing beranggaran Rp600 juta.
”Kita sudah serahkan sejak 2014. Tepat selesai penataan halamannya (pembangunan pagar). Kita bangun pagarnya karena itu jadi alasannya bahwa mereka tidak mau tempati jika belum ada sekat-sekat atau pagarnya. Jadi kami buatkan pagar. Setelah itu, kami serahkan semua fisiknya secara resmi kepada Sekwan. Tapi sampai tahun 2017 ini belum juga dihuni,” kata Muh Mundoap didampingi PPTK Dinas PU Bidang Keciptakaryaan, Subhan.
Terpisah, Ketua DPRD Gowa, H Ansar Zaenal Bate, mengatakan, unsur pimpinan bukan tidak mau menghuni Rujab itu. Karena sampai sekarang, baik dirinya maupun tiga wakil ketua lainnya, masih menerima tunjangan perumahan.
”Tapi kita tidak mau terjebak hukum dan tidak mau melanggar seperti yang dialami sejumlah pimpinan dewan di daerah lainnya. Disebabkan, mereka melanggar ketentuan penerimaan tunjangan perumahan, sementara mereka juga telah menghuni rumah jabatannya. Kami tidak mau begitu. Jadi kami tunggu dulu perubahan anggaran. Artinya, jika sudah masuk perubahan anggaran maka kita akan menempati Rujab dan bersamaan itu pula secara otomatis tunjangan perumahan kami hilang. Tapi kami tetap dapat tunjangan dalam bentuk tunjangan operasional penggunaan rujab,” terang legislator Partai Golkar ini.
Sekretaris DPRD Gowa, Yusuf Sampera yang dikonfirmasi terkait belum difungsikannya empat rujab pimpinan dewan, Senin siang (17/4) via telepon selulernya berkali-kali dihubungi tidak ada jawaban meski ponselnya dalam nada aktif.
Namun sebelumnya, Kabag Umum Setwan Gowa, H Firdaus, menjelaskan, sebenarnya Rujab pimpinan dewan itu bukan tidak mau ditempati para pimpinan. Tapi karena masih banyak kekurangan yang belum dilengkapi. Yakni belum adanya jeruji pengaman dan dua bangunan yakni milik ketua dan satu wakil kondisinya harus diperbaiki lantaran plafonnya bocor-bocor.
”Kerusakan itu sudah lama sejak bangunan masih dikerja kontraktornya. Makanya, harus diperbaiki dulu. Dan tahun ini kita sudah usulkan dalam anggaran pokok untuk perbaikan- perbaikan yang belum sempurna ,” jelas Firdaus.
Empat bangunan Rujab itu memang sudah siap ditinggali calon penghuninya. Karena sejak tahun 2016 sudah difasilitasi listrik, air PDAM, tempat tidur serta mobiler lainnya. Termasuk peralatan dapur. ”Kemungkinan rujab dihuni setelah perubahan anggaran karena akan difasilitasi biaya operasional makan minum,” jelasnya.
Ditambahkan, selama ini pimpinan dewan menerima tunjangan perumahan. Tapi jika sudah menempati ruja itu, maka tunjangan perumahannya hilang. ”Tapi biar tunjangan perumahan dihapus, tetapji pimpinan dewan menerima tunjangan operasional untuk biaya makan minumnya selama menghuni Rujab itu,” jelasnya. (sar/mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top