Danlantamal Bantah Ada Pemukulan – Berita Kota Makassar
Headline

Danlantamal Bantah Ada Pemukulan

KOMANDAN Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) VI Makassar Laksamana Pertama (Laksma) TNI Yusup memberikan klarifikasinya terkait pemukulan yang terjadi di depan Warkop Dottoro Jalan Satando. Bertempat di Ruang Penerangan Lantamal, Selasa (18/4) sore, Yusup menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan oknum TNI AL yang melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap Salim Mamma.
Dia kemudian menjelaskan apa yang terjadi di lokasi. Bermula ketika beberapa kendaraan, termasuk mobil Salim Mamma yang terparkir di Jalan Satando. Melihat kondisi itu, beberapa anggota TNI AL berniat menertibkannya, karena dinilai menutup akses jalan tol.
”Beberapa anggota kemudian meminta secara baik-baik kepada semua pemilik kendaraan. Termasuk Salim Mamma. Namun Salim Mamma tidak mengindahkannya. Malah membentak anggota TNI AL,” terangnya.
Karena tidak mengindahkan, seorang anggota TNI AL berniat mengempeskan ban mobil Salim. Melihat ban mobilnya hendak dikempeskan, Salim lantas naik pitam dan kembali membentak anggota TNI AL dengan mengaku sebagai keluarga jenderal.
“Dia (Salim Mamma) malah marah-marah karena tidak mau ditertibkan kendaraannya. Padahal anggota kita sudah baik-baik mengingatkan. Dia juga mengaku keluarga jenderal,” kata Yusup.
Yusup memastikan bahwa tidak ada tindakan pemukulan yang terjadi. Baju Salim bisa sampai robek dikarenakan terjadi saling tarik menarik antara dia dengan anggota TNI AL. Karena saat itu Salim tidak mau dibawa ke kantor TNI AL. Dia juga langsung pingsan.
“Kami mau bicarakan baik-baik dengannya di kantor. Makanya kami mau bawa dia. Tapi ternyata dia tidak mau dan malah marah-marah. Itulah kenapa bisa sampai bajunya sobek,” jelas Yusup.
Terkait korban lainnya yang bernama Haji Said, Yusup mengatakan jika ia adalah provokator. Sama dengan Salim Mamma, Yusup juga mengatakan jika tidak ada tindak pemukulan yang terjadi.
“Dia provokatori orang di situ. Katanya selama 20 tahun mereka di sana, baru kali ini ada TNI AL yang mengamankan. Makanya kita mau amankan juga, tapi tidak mau,” tambah Yusup lagi.
Yusup juga menjelaskan alasan TNI AL ingin menertibkan kawasan Jalan Satando tersebut. Menurutnya, tempat tersebut sudah mulai meresahkan warga karena diduga telah menjadi tempat prostitusi. Apalagi kawasan tersebut masih merupakan kawasan markas besar TNI AL.
“Kami sejak lama sebenarnya telah menghubungi pihak kepolisian. Waktu kejadian kami juga melihat ada pihak kepolisian di sana. Tapi saya heran kenapa pihak kepolisian tidak ikut menertibkan,” tandasnya.
Untuk tindakan lebih lanjutnya mengenai kawasan tersebut, Yusup mengaku telah menghubungi kapolres Pelabuhan untuk menertibkan. Jika ada kendaraan yang parkir sembarangan lagi, akan langsung diberikan surat tilang. (nug-ish-jul/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top