Gojentakmapan

Lecehkan Anak di Bawah Umur, Warga Makassar Diamankan

MAROS, BKM — Chairil Rahman, warga Jalan Mappanyuki Makassar, diamankan aparat Polsek Mandai, Maros. Menyusul laporan terhadap dirinya yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah perempuan berinisial AU (9).
Plt Kapolsek Mandai, AKP Asgar, menjelaskan, dugaan pelecehan yang dilakukan tersangka, karena tersangka meminta korban untuk memegang kelaminnya. Hal itu dilakukan saat keduanya baru kembali dari masjid usai melakukan salat Maghrib.
Kepada polisi, tersangka mengaku baru kali ini bertemu korban. ”Tersangka dan korban baru pertama kali ketemu. Saat pulang dari salat Maghrib, tersangka mau mengantar AU ke rumahnya. Alasannya ingin menemui orangtua korban,” ujarnya.
Chairil menanyakan kepada AU, apakah orangtuanya rajin menjalankan salat lima waktu. Namun AU menjawabnya tidak. Hal ini menjadi alasan tersangka untuk mengantar korban. Tersangka bermaksud mengajak kedua orangtua korban untuk rajin beribadah.
Saat sementara dalam perjalanan dan mendapatkan tempat yang gelap, tersangka berhenti dan menyampaikan kepada korban kalau dia akan melakukan sulap. Keduanya lalu berhenti. Chairil mengambil tangan korban dan menyuruh memegang kelaminnya. Setelah itu tersangka memberikan uang Rp5.000 kepada korban.
”’Setiba di rumahnya, AU langsung masuk ke rumahnya. Barulah saat tersangka pulang, AU menyampaikan kepada ibunya bahwa dia telah memegang kelamin tersangka,” terang Asgar.
Hal tersebut membuat orangtua korban marah dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Mandai setelah kejadian tersebut. Polisi lalu menjemput tersangka di rumah saudaranya.
Tersangka diancam pasal 82 ayat 1 subsidair pasal 7, 6e, Undang-undang Perlindungan Anak nomor 35, tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sementara, Chairil Rahman mengakui perbuatannya. Ia telah meminta kepada AU untuk memegang kelaminnya usai salat Maghrib. Ia menjelaskan, awalnya ia tidak memiliki nafsu untuk mencabuli korban. Namun saat sampai di pohon bambu tersebut, kemauannya untuk berhubungan badan muncul.
”Saya antar dia dari masjid untuk ke rumahnya. Saat ditempat gelap, tiba-tiba muncul kemauanku (cabuli). Makanya saya berhenti di bawah pohon bambu,” akunya. Tersangka mengaku hilaf dengan tindakan tersebut. Ia pun menyesali perbuatannya. (ari/mir/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top