”Iccang, Jangan Tinggalkanka Nak…” – Berita Kota Makassar
Headline

”Iccang, Jangan Tinggalkanka Nak…”

IST DIBUNUH-Korban pembbunuhan Muh Iksan semasa hidupnya (baju biru) dan tersangka Aryanto (baju hitam).

GOWA, BKM — Di sebuah rumah Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Senin (17/4). Suasana duka melingkupi penghuni rumah dan warga sekitar. Pelayat tampak sesak.
Lamat-lamat terdengar suara tangisan perempuan dari dalam rumah. Di hadapannya terbujur sesosok jasad yang sudah tak bernyawa. Sesekali wanita paruh baya itu mengeluarkan suaranya yang sudah sedikit agak parau.
”Iccang… Iccang… bangun nak. Janganko pergi tinggalkanka,” ujarnya sambil air mata terus membasahi pipi.
Perempuan ini bernama Sadaeng Dg Ratang. Ia tak henti-hentinya meratapi kepergian putra kesayangannya itu.
Namanya Muh Iksan. Usianya 20 tahun. Remaja ini menemui ajal di tangan rekannya sendiri bernama Aryanto (22).
Antara keduanya masih tinggal bertetangga. Bahkan, Aryanto pernah menjadi bos Iksan saat bekerja sebagai penjaga counter HP milik Aryanto.
Peristiwa berdarah yang melibatkan keduanya berlangsung Minggu (16/4) malam. Belum ada yang mengetahui secara pasti penyebab pertikaian. Sebab hubungan keduanya selama ini berjalan nyaris tanpa ada masalah. Korban juga diketahui sudah tidak bekerja lagi di counter milik pelaku.
Hal itu dibenarkan Ani (16), adik korban. Ani mengaku belum mengetahui jelas permasalahan antara kakaknya dengan Aryanto. “Tidak terlalu jelas juga. Tapi saya dengar, karena ada yang mau bongkar itu counternya Anto (Aryanto). Tapi Anto malah menuduh Iksan, lalu memukulnya,” tutur Ani, yang matanya masih memerah pertanda baru saja menangis.
Iksan adalah anak keenam dari sembilan bersaudara. Ia tewas ditangan temannya setelah ditikam empat kali tusukan badik. Dua kali di bagian perut sebelah kiri dan kanan, serta dua kali tikaman pada bagian punggung.
Dua tusukan di bagian belakang badan Iksan baru diketahui setelah subuh, ketika jasadnya sudah disemayamkan di rumah korban. “Iye, dua tusukan di bagian belakangnya baru ditahu tadi (kemarin) subuh. Di rumahpi,” tambah Ani.
Diperoleh informasi, Aryanto merupakan pendatang di Desa Taeng. Hal itu dibenarkan Kepala Dusun Taeng Hamzah Mulia Dg Lewa.
Kata Hamzah, tersangka mengontrak sebuah rumah yang tidak jauh dari rumah korban. Jaraknya hanya sekitar 200 meter. Anto disebutkan masih tercatat sebagai mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar.
Tidak lama setelah kejadian, tersangka berhasil diamankan. Kini Anto ditahan di dalam sel Polres Gowa.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Darwis Akib, mengkonfirmasi jika kasus pembunuhan ini masih dalam tahap penyelidikan. ”Kita kenakan pasal 351. Tapi karena meninggal dalam perjalanan, kita sementara lidik ayat dan hukumannya,” kata Darwis.
Dijelaskan AKP Darwis, usai menikam korban, Aryanto langsung kabur melarikan diri karena dikejar warga. Dia berhasil lolos dari kejaran dengan naik perahu menyeberang sungai Jeneberang.
Sesampainya di seberang, tersangka langsung kabur ke arah markas Koramil Tamalate Makassar di Jalan Mallengkeri. Tepatnya di perbatasan Gowa-Makassar.
“Dalam pelariannya, tersangka memberikan badiknya kepada pemilik perahu. Namun oleh pemilik perahu, badiknya disimpan saja di pinggir sungai sampai akhirnya kami amankan. Badik itu sudah disita dan dijadikan barang bukti,” jelas Darwis. (sar/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top