Gojentakmapan

Angka Buta Aksara di Jeneponto Capai 10.000 Orang

BKM/KR KULLE RELAWAN PKH -- Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar didampingi Kadis Kesehatan, H Syafruddin Nurdin, dan Korkab PKH Jeneponto, Sandra Dewi foto bersama dengan para relawan PKH.

JENEPONTO, BKM — Kehadiran Program Keluarga Harapan (PKH) tentu sangat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus peningkatan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) bagi Kabupaten Jeneponto.
Olehnya itu, seluruh kader PKH agar mengambil bagian dalam peningkatan kesehatan yang saat ini sudah diperingkat 18 di Sulsel. ”Semoga ke depan PKH bisa lebih berkontribusi dalam menaikkan beberapa digit lagi,” harap Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar pada acara sosialisasi PKH dalam rangka pelaksanaan gerak jalan santai, Senin kemarin (17/4).
Gerak jalan santai yang bakal digelar pada Jumat (21/4) mendatang ini bakal diikuti 8.000 orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dai Kementerian Sosial RI.
Acara sosialisasi ini juga dirangkaikan penandatanganan MoU dengan Pemkab Jeneponto terkait kesehatan dan pendidikan. Pada kesempatan itu, bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta yang diterima Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Jeneponto, Sandra Dewi disaksikan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Jeneponto, H Syafruddin Nurdin, Kadis KB Jeneponto, H Sudirman Ero, para pegawai dinas kesehatan dan para relawan PKH di Kabupaten Jeneponto di gedung Assifa kantor Dinas Kesehatan Jeneponto, Jalan Kesehatan Bontosunggu.
Soal pendidikan buta aksara, tambah Bupati Iksan Iskandar, masih berada diangka 10.000 orang. Kalau sekiranya PKH bisa menurunkan sampai 8.000 orang, tentu beban pemerintah akan ringan kalau dikeroyok semua elemen masyarakat.
Korkab PKH Jeneponto, Sandra Dewi, mengatakan, PKH adalah program pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya.
Program ini secara internasional dikenal sebagai program Conditional Cash Transfer (CCT) atau program bantuan tunai bersyarat berupa pendidikan bagi anak sekolah dan kesehatan bagi anak Balita dan ibu menyusui.
Tujuan dari PKH, kata Sandra Dewi, untuk mengurangi angka kemiskinan dan memutus mata rantai kemiskinan, sekaligus meningkatkan kualtas Sumber Daya Manusis (SDM), seperti meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan serta gizi ibu hamil maupun anak Balita.
Penerima PKH, tambahnya, diberikan per triwulan kepada ibu hamil atau anak Balita sebesar Rp300 ribu per anak, usia SD (7 sampai 12 tahun) sebesar Rp112 ribu, SMP sebesar Rp187 ribu, dan SMA sebesar Rp250 ribu. Khusus di Kabupaten Jeneponto, terdapat sebanyak 14.794 RTSM. Tapi yang akan mengikuti gerak jalan santai hanya 8.000 orang.
Kadis Kesehatan Jeneponto, H Safruddin Nurdin, mengatakan, kehadiran PKH sangat membantu program kesehatan. Sekarang ini ada program ketuk pintu sebanyak 8.000 rumah untuk mengecek apakah ada penderita TBC untuk diobati agar tidak menular.
Juga akan dilakukan sunatan massal dengan sasaran sebanyak 3.000 orang anak. Kegiatan sunatan massal ini bekerjasama dengan IDI Provinsi Sulsel dan PPNI. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top