Headline

Cawagub Agus Antara Demokrat atau PDIP

MAKASSAR, BKM — Konstalasi politik di Sulawesi Selatan terus bergerak kian dinamis. Terkhusus setelah Agus Arifin Nu’mang mengantongi kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra.
Kini, Agus yang juga wakil gubernur Sulsel itu mulai berkonsentrasi untuk menggaet politisi sebagai bakal calon wakil gubernur. Tentu kandidat pendamping Agus akan dipilih dari politisi yang mampu menambah dukungan partai politik. Juga dukungan basis suara dengan pertimbangan geopolitik yang ada saat ini.
Bocoran yang diterima BKM, ada empat nama masuk radar survei tim Agus AN. Mereka adalah Aliyah Mustika (anggota DPR RI dari Partai Demokrat). Andi Nurpati (mantan komisioner KPU Pusat). Nurdin Abdullah (bupati Bantaeng). Dan Luthfi A Mutty (anggota DPR RI Partai Nasdem).
Dosen politik dari Unhas Dr Azwar Hasan mengemukakan, kemungkinan besar Agus akan diusung Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di DPRD Sulsel, Gerindra mengontrol 11 kursi. Sementara PKB menjadi pemilik tiga kursi.
Dengan angka itu, mantan pengurus Partai Golkar Sulsel tersebut masih membutuhkan tiga kursi lagi untuk bisa melenggang ke pemilihan gubernur (pilgub) 2018 mendatang. Kondisi ini mengharuskannya untuk melakukan lobi-lobi dan mendekati partai lain yang selama ini memiliki hubungan yang cukup dekat dengannya.
Sebut saja Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saat ini, Partai Demokrat merupakan pemilik 11 kursi di parlemen. Sedangkan PDIP lima kursi.
“Pak Agus sangat bisa mendekati Demokrat dengan menggaet Aliyah Mustika Ilham, atau Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni’matullah Erbe,” ujar Azwar Hasan, Minggu (16/4).
Selain itu, Agus bisa juga mendekati tokoh PDIP. “Atau bisa pula Pak Agus mendekati PDIP dengan menggaet Andi Ridwan Wittiri atau Burhanuddin Andi,” tambahnya.
Hal senada dilontarkan dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad. Menurut dia, Agus akan berupaya meminang Aliyah untuk posisi 02. “Kalau berhasil, maka bakal terbangun koalisi besar, yakni Gerindra dan Demokrat sehingga menjadi 22 kursi bahkan lebih,” ucap Firdaus.
Sementara itu, dosen politik Universitas Bosowa Dr Arief Wicaksono, mengemukakan bisa jadi Agus lebih memilih Aliyah atau Burhanuddin Andi. “Jika PKB dan Gerindra sudah pasti mendukung Pak Agus secara formal, maka Demokrat bisa menjadi faktor penentu mesin pemenangan. Ini mengingat Demokrat juga memiliki kursi yang jumlahnya cukup signifikan, yaitu 11 kursi. Dengan jumlah kursi seperti itu, maka Demokrat dapat menawarkan kursi wagub kepada Agus dengan menggandeng Ni’matullah misalnya. Sedangkan PDIP posisi tradisionalnya sangat dekat dengan Agus pada koalisi Sayang 1 maupun Sayang 2,” beber Arief.
Meski demikian, dengan modal lima kursi di parlemen, PDIP nampaknya kurang bisa maksimal menawarkan kursi wagub kepada Agus, karena masih harus melakukan kompromi koalisi cagub dengan partai lain.
Sebelumnya, Agus yang masih menjabat Wakil Gubernur Sulsel menemui petinggi Gerindra dan mendapat KTA dari Prabowo.
Mantan ketua DPRD Sulsel ini juga sudah bertemu dengan Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri di Jakarta.
Agus juga sudah mendapat dukungan secara lisan dari elit PKB, utamanya Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad dalam berbagai pertemuan.
Agus yang dimintai tanggapannya mengaku tak ingin terburu buru menentukan wakil. “Saya mengalir saja. Tidak ingin teburu-buru menentukan wakil. Apalagi pilgub Sulsel kan masih cukup lama,” ujar Agus.
Sementara itu, balon gubernur HAM Nurdin Halid (NH) hampir pasti meminang Abd Aziz Qahhar Mudzakkar sebagai calon wakilnya.
Sedang Ichsan Yasin Limpo menunggu hasil survei simulasi. Meski begitu, nama yang santer disebut untuk jadi pendampingnya adalah Andi Aslam Patonangi, Mathius Salempang, Akbar Faizal, Andi Mudzakkar serta Andi Maradang Mackulau.
Hal berbeda dengan Prof Nurdin Abdullah yang sejak awal memperkenalkan Ahmad Tanribali Lamo sebagai calon wakilnya. (rif)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top