Tutup PTS Bermasalah Agar Korban tak Bertambah – Berita Kota Makassar
Headline

Tutup PTS Bermasalah Agar Korban tak Bertambah

MAKASSAR, BKM — Terungkapnya perguruan tinggi swasta (PTS) di Makassar yang beroperasi tanpa izin, mendapat perhatian khusus dari anggota DPRD Sulsel. Anggota Komisi E Sri Rahmi bersuara tegas terkait hal ini.
”Kalau memang ada PTS yang tidak memenuhi syarat, itu harus ditutup. Cabut izin operasionalnya. Biar korban tidak bertambah,” ujar legislator PKS Sulsel ini, Senin (20/3).
Penegasan senada dilontarkan Wakil Ketua Komisi E Syaharuddin Alrif. Legislator Partai Nasdem Sulsel ini meminta agar Kopertis bertindak tegas dengan menertibkan PTS abal-abal.
”Kopertis harus segera mengambil tindakan. Bisa juga melibatkan aparat kepolisian,” ujarnya.
Kemenristek RI memberi peringatan kepada seluruh stakeholder pendidikan tinggi dan masyarakat untuk mewaspadai praktik kampus-kampus yang tidak berizin. Hasil investigasi dan temuan serta laporan dari masyarakat di wilayah kerja Kopertis IX Sulawesi, ditemukan ada tujuh kampus yang tidak berizin di Sulawesi. Dari tujuh kampus, tiga diantaranya di Sulawesi Selatan.
Masing-masing Stikes Rama Global Makassar, Akademi Maritim Indonesia Veteran Makassar dan STIKES Maha Karya Bone.
Semuanya tidak memiliki izin operasional dari pemerintah, tetapi dalam kenyataannya tetap melakukan proses pembelajaran.
Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Prof Andi Niartiningsih, mengatakan informasi ini harus disebarkan kepada seluruh masyarakat supaya tidak terlalu banyak yang tertipu dan dirugikan. Hal ini karena kampus-kampus tersebut tidak diakui oleh pemerintah, sehingga alumni yang dihasilkan akan bermasalah jika mempergunakan ijazahnya untuk melamar kerja.
“Ijazahnya tidak mempunyai civil effect apapun. Jadi sama saja alumni dari kampus ini tidak diakui,” kata Andi Niar, sapaan akrab Prof Andi Niartiningsih.
Ada beberapa aspek mengapa sampai perguruan tinggi tersebut tidak mendapatkan izin dari pemerintah. Niar mengatakan bisa saja itu dikarenakan yayasannya mengalami konflik, atau memang tidak memenuhi syarat sebagai perguruan tinggi.
Dikatakan Niar, untuk mendirikan perguruan tinggi harus memenuhi beberapa syarat. Seperti ada badan penyelenggara/yayasan. Memiliki lahan atas nama yayasan seluas 1 hektar untuk universitas dan 5.000 meter persegi untuk sekolah tinggi.
Memiliki minimal 10 program studi untuk universitas dan tiga program studi untuk sekolah tinggi. Memiliki dosen minimal enam orang tiap program studi. Memiliki ruang kuliah dan laboratorium yang memadai.
Terkait PTS bersoal, menurut Prof Niar, pihak Kopertis telah bekerja sama dengan Polda Sulsel untuk menindak pelanggaran ini. Pihak Kopertis siap memberikan data-data mengenai pelanggaran yang dilakukan ke polda supaya nantinya bisa ditidaklanjuti.
Niar pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya tamatan SMA yang baru ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi supaya berhati-hati. Mereka hendaknya mengecek terlebih dahulu perguruan tinggi yang akan dimasuki melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) yang bisa diakses di ristek.co.id. “Lihat data perguruan tinggi tersebut dari semester ke semester.Lihat rasio dosennya. Dan lihat apakah ada badan penyelenggaranya. Jika semua lengkap, maka perguruan tinggi itu baik,” jelas Niar. (nug/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top