Headline

Dorong Semangat ASN Melayani Tanpa Pamrih

H Syaiful Alam,SE.MM, Sekkab Luwu

SEJAK diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada tahun 1986, terhitung 30 tahun sudah H Syaiful Alam,SE.MM mengabdikan diri di jalur birokrasi. Sebagian dari perjalanan karirnya itu ia habiskan di posisi sebagai sekretaris kabupaten (sekkab) Luwu.
Menduduki jabatan selaku pembina ASN, Syaiful Alam tak henti-hentinya terus memacu jajarannya untuk memberi pelayanan profesional terhadap publik. Apalagi setelah adanya perubahan nomenklatur ASN, dari sebelumnya bernama Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Selama tujuh menjabat sebagai sekkab, mantan kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Luwu itu menuai banyak apresiasi dari berbagai kalangan di daerah ini. Khususnya terhadap dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas selaku ASN, tata kelola administrasi pemerintahan.
Dalam memimpin pada posisinya sebagai sekkab Luwu, suami Hj Agustina ini dikenal ramah dengan siapa saja. Sikap disiplin, terutama pada jam kerja, selalu melekat pada dirinya.
Kesehariannya, H Syaiful Alam sudah berada di ruang kerjanya sejak pukul 07.00 Wita. Di pagi hari itu ia sudah siap melaksanakan rutinitas kesehariannya sebagai abdi negara.
Dijelaskan olehnya, dalam Undang-undang ASN terkandung subtansi bahwa ASN adalah sebuah bentuk profesi. Dengan penetapan itu, maka diperlukan azas, nilai dasar, kode etik dan kode perilaku, serta pengembangan kompetensi selaku pegawai yang digaji dengan uang rakyat.
Untuk itu, kata H Syaiful Alam, pengelolaannya diatur dalam manajemen ASN, yaitu sistem manajemen kepegawaian yang meliputi sistem perencanaan, pengembangan karier, penggajian, dan batas usia pensiun.
Karenanya, dia berharap dengan hadirnya regulasi ASN ini mampu memperbaiki manajemen pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik. Sebab ASN saat ini tidak lagi berorientasi melayani atasannya, melainkan masyarakat.
”Aturan ini menempatkan ASN sebagai sebuah profesi, dan akan menerapkan sistem karier terbuka yang mengutamakan prinsip profesionalisme, kompetensi, kualifikasi, kinerja, transparansi dan obyektivitas. Beba dari intervensi KKN, yang berbasis pada manajemen sumber daya manusia dan mengedepankan sistem menuju terwujudnya birokrasi yang profesional,” jelasnya.
Atas kinerjanya itu, Ketua DPRD Luwu Andi Muharir memberi tanggapan positif. ”Pak Syaiful Alam itu orangnya sangat disiplin. Khususnya soal jam kantor. Saya lihat sendiri. Masih pagi sudah ada di kantor. Sosok seperti inilah yang patut kita apresiasi,” ujarnya.
Dalam perjalanan karirnya sebagai ASN, H Syaiful Alam pernah menjabat sebagai asisten III. Kemudian dipercaya pada jabatan sekretaris DPRD Luwu.
Selanjutnya mendapat amanah selaku kepala BKD. Hingga akhirnya ditunjuk selaku pelaksana tugas (plt) sekkab di akhir tahun 2008.
Di awal tahun 2009 secara resmi jabatan sekkab definitif disandangnya. Kala itu Bupati Luwu dijabat Bahrum Daido menggantikan Basmin Mattayang. Berlanjut hingga pemerintahan Bupati Luwu Andi Mudzakkar pada periode pertama saat berpasangan dengan Syukur Bijak. Termasuk ketika Andi Mudzakkar menjadi bupati periode kedua berpasangan dengan Amru Saher.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Luwu ini tak segan-segan turun langsung memantau kinerja ASN di berbagai SKPD. Tak jarang bepergian ke wilayah terpencil dengan mengendarai sepeda motor jenis trail. Dengan penuh semangat, ia terus memotivasi ASN untuk bekerja tanpa pamrih dalam melayani masyarakat.
”Kerja ikhlas tanpa pamrih adalah bagian dari komitmen saya diangkat menjadi ASN sejak 30 tahun lalu,” tuturnya. (irwan musa)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top