Politik

Cagub Independen Bisa Keluarkan Dana 39,2 miliar

IST JALUR PARPOL--Bakal calon Gubernur Sulsel Burhanuddin Andi didampingi Dr Sudirman Numba memberikan keterangan pada sejumlah wartawan di Warkop IDI Panakkukang, Senin (20/3). Burhanuddin menegaskan bila dirinya ingin maju lewat parpol, bukan independen

MAKASSAR, BKM–Bakal calon gubernur yang akan maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 melalui jalur perseorangan atau independen minimal dapat merongoh isi kantong minimal sebesar Rp39,2 miliar. Hal tersebut jika dihitung berdasarkan data sejumlah Pemilihan bupati yakni untuk pembelian materai seharga Rp6000 untuk surat keterangan. Jika tim atau calon mengeluarkan biaya administrasi dan dana lainnya kepada pemilik kartu tanda pengenal (KTP) sebesar Rp50 ribu, maka dana sebesar itulah yang harus disiapkan calon atau tim.
Jika Ichsan Yasin Limpo maju lewat jalur independen dengan menyiapkan 700 ribu dukungan KTP Elektronik seperti yang disampaikan usai menggelar kegiatan zikir dan doa di Celebes Convention Center (CCC) beberapa waktu lalu, maka angka yang dihasilkan yakni sebesar Rp39,2 miliar.
Belum lagi jika calon yang bersangkutan juga ingin mendapatkan dukungan partai politik, maka dana yang disiapkan juga semakin banyak.
Tak hanya itu, calon perseorangan tak bisa menggunakan atribut partai yang menjadi pendukung jelang Pilgub. Dosen Politik Unhas Dr Adi Suryadi Culla mengemukakan bila sesuai ketentuan yang ada, setiap calon perseorangan tidak dibenarkan menggunakan atribut partai. “Seperti ketika DKPP menegur komisioner KPU Gowa karena memasang atribut partai pada alat sosialisasi calon independen, meski mendapat dukungan dari parpol,”ujar Adi Suryadi Culla di Makassar, Senin (20/3).
Hal sama dikemukakan dosen politik UIN Alauddin Firdaus Muhammad. Menurut Firdaus, manakala calon independen juga mendapat dukungan sejumlah partai politik, maka tidak dibenarkan ada atribut partai yang melekat dalam sosialisasi pasangan calon independen.
Menurutnya, calon independen maju tanpa partai, namun kalau ada partai yang kelak mendukung akan pasang baliho sebagai pendukung bukan pengusung. “Tetapi tampaknya pilgub mendatang sulit calon independen untuk didukung parpol. Setiap parpol akan maksimal bekerja untuk pemilu 2019. Artinya, partai tidak lari kosong tetapi justru diperebutkan,”jelasnya.
Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli membenarkan larangan pemasangan atribut bagi paslon perseorangan. “Kalau paslon perseorangan tidak boleh pasang atribut partai pendukung. Itu jelas aturannya,”ujar Mardiana.
Bakal calon gubernur Burhanuddin Andi menegaskan bila dirinya juga akan maju lewat jalur parpol, bukan independen. “Komunikais dengan parpol tetap lanjut, tapi belum bisa dikemukakan saat ini,”ujar mantan Kapolda Sulsel ini. (rif)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top