Headline

Pansus Panggil Enam Pengembang dan Pengusaha

MAKASSAR, BKM — Rentang akhir bulan Maret hingga awal April mendatang menjadi waktu sibuk bagi anggota DPRD Kota Makassar. Khususnya yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Fasum Fasos).
Sebanyak enam pengembang dan pengusaha telah diagendakan untuk dipanggil. Masing-masing PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk terkait Jalan Metro Tanjung Bunga. PT Tosan Permai Lestari selaku pengembang pusat perbelanjaan MTC dan Karebosi Link.
Toko Cahaya Oleh-oleh di Jalan Sulawesi. Country Coffee Resto (CCR) di Jalan Toddopuli. Pasar Butung, serta RS Paramount di Jalan AP Petta Rani.
Ketua Fasum-Fasos DPRD Makassar Wahab Tahir, mengatakan pemanggilan ini dilakukan untuk menggenjot beberapa aset pemerintah kota yang belum diserahkan. Sebab hingga saat ini, baik pengembang maupun pengusaha yang menguasai fasum fasos, baru ada 15 titik yang menyerahkan.
“Pada dasarnya semua hanya butuh arah dimana mereka akan menyerahkannya. Karena kebanyakan pengembang punya itikad baik menyerahkan ke pemkot. Kecuali orang yang arogan dan tidak mau mengikuti prosedur yang kita bongkar,” kata Wahab usai turun melakukan peninjauan dan melihat siteplan Lapangan Karebosi, Sabtu (18/3).
Pemanggilan enam pengembang dan pengusaha itu teragenda sebelum dewan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) di Jakarta. ”Tidak bisa langsung memanggil begitu saja para pengembang. Kita perlu bukti dulu bahwa mereka benar-benar menyerobot lahan fasum fasos. Dari situlah kemudian diagendakan untuk pemanggilan,” terangnya.
Sebenarnya, menurut Wahab, semua pengembang tersebut sudah dipanggil oleh pansus. Hanya saja, ada beberapa diantaranya yang tidak membawa dokumen. Ada juga yang menuding pemkot yang lalai. Karenanya, pemanggilan ini merupakan yang terakhir kalinya diberikan untuk membuktikan apakah benar tidak menyerobot fasum fasos, atau sebaliknya.
Pada bagian lain, anggota Komisi A DPRD Kota Makassar Abdi Asmara, mengatakan pansus bukan hanya mempersoalkan fasum fasos yang belum diserahkan pengembangan. Tahun 2017 ini pihaknya juga akan fokus pada penyelidikan aset pemkot yang berpindah tangan ke pihak swasta atau perorangan.
“Kita lihat sekarang, banyak aset pemkot seperti fasum fasos yang diserobot. Ini pekerjaan rumah bagi pansus mendatang untuk menyelidiki siapa orang di balik hilangnya sejumlah aset milik pemerintah itu,” tandasnya. (ita/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top