Headline

KPK-Intim dan Kepala SMA Swasta Cegah Korupsi BOS

MAKASSAR, BKM — KPK-Intim menggelar Workshop Pengelolaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Hotel Losari Metro, Sabtu (18/3). Workshop tersebut menghadirkan peserta dari semua kepala SMA swasta di Makassar. Tujuannya adalah untuk melakukan edukasi kepada para kepala sekolah guna menghindari tindak pidana korupsi.
KPK-Intim sendiri adalah perkumpulan yang setara dengan yayasan yang fokus pada pencegahan korupsi melalui pendidikan dan pelatihan. Kelompok yang baru didirikan beberapa bulan lalu ini telah disahkan secara resmi oleh Kementerian Hukum dan HAM.
Direktur Eksekutif KPK-Intim Arandi Ahmad Tunribali mengatakan, lembaganya tidak ada hubugan struktural dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Letak perbedaannya dengan KPK adalah dari segi fungsinya. Jika KPK fokus pada penindakan, KPK-Intim fokus pada pencegahan.
“Kita bukan LSM. Kita kelompok setara yayasan. Kita tidak ada hubungannya sama KPK. Fokus kita adalah pencegahan,” kata Arandi.
Workshop yang dilaksanakan, kata dia, untuk mengedukasi para kepala sekolah supaya terhindar dari tindakan korupsi. Khususnya dalam pengelolaan dana BOS. Hal ini seiring telah adanya kepala sekolah negeri yang terjerat kasus korupsi.
“Sudah ada yang terjerat seperti kepala SMAN 5 Makassar, sementara disidik SMAN 1 dan SMAN 21. Olehnya itu, kita di sini melakukan upaya pencegahan,” jelas Arandi.
Workshop diisi oleh lima pemateri dari berbagai instansi. Seperti dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel yang diwakili sekretaris dinas. Kejaksaan negeri yang diwakili Kasi Tipikor, Bidang Advokasi KPK-Intim, Kepala Bidang Tipikor Polrestabes Makassar, dan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Bosowa Prof Marwan Mas.
Materi-materi yang tersaji semuanya fokus pada perencanaan dan pengelolaan Dana BOS. Intinya mengenai pengelolaan dan perencanaannya, pengadaan barang dan jasa, dan modus operandi dalam tindak pidana korupsi. Fokus materi ini mangacu karena banyaknya pihak sekolah yang belum mengerti bagaimana pengelolaan dana BOS.
Salah seorang peserta yang juga Kepala SMA PGRI 1 Makassar Muhammad Bakri, menilai kegiatan ini sangat bagus. “Sangat bagus. Banyak wawasan yang didapat dari kegiatan ini. Hal-hal yang tadinya saya tidak tahu tentang pengelolaan seperti ini, jadinya saya tahu,” kata Bakri. (nug/war/c)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top