Hati-hati Pilih PTS, Banyak Yang Sakit – Berita Kota Makassar
Metro

Hati-hati Pilih PTS, Banyak Yang Sakit

MAKASSAR, BKM — Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (KOpertis) Wilayah IX Sulawesi mengimbau, agar para calon mahasiswa baru bisa lebih cerdas dan berhati-hati memilih perguruan tinggi swasta (PTS).

Selain berhati-hati memilih PTS, para calon mahasiswa juga diminta selektif memilih fakultas dan jurusan yang sudah terakreditasi. Sebab saat ini masih ada PTS yang masih sehat tetapi sakit, serta ada yang benar-benar sakit.
Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Prof Andi Niartiningsih membenarkan jika ia telah mengimbau masyarakat untuk tidak mendaftarkan putra-putri mereka di kampus ‘sakit’ ataupun di kampus yang berstatus pembinaan. Kampus ‘sakit’ dianalogikan Prof Niar sebagai perguruan tinggi swasta yang bermasalah.
Selain tidak diperbolehkan menerima mahasiswa baru, kampus ‘sakit’ juga tidak diizinkan menggelar wisuda.
“Tidak boleh. Kasihan nanti alumninya tidak akan diakui dan tidak terdaftar di PDPT,” kata Niar dikonfirmasi, Minggu (19/3).
Prof Niar menambahkan, untuk PTS ‘sakit’ yang masih ada mahasiswanya, diusahakan bisa pindah ke prodi sejenis di kampus lain dengan catatan memenuhi syarat.
“Sebenarnya fungsi utama kami adalah unsur pembinaan. Karenanya kami sangat peduli dengan nasib mahasiswa kedepan. Jadi nanti kita bantu, mahasiswanya pindah di prodi sejenis, asal memenuhi syarat seperti ada proses perkuliahan,” tambahnya.
Mengenai penutupan PTS, Prof Niar menyebutkan jika dari awal bergabung dengan Kopertis IX Sulawesi, sudah dilakukan persetujuan tentang pakta integritas yang berisi tanggung jawab dan kewajiban. Jika PTS melanggar aturan dan tidak melakukan beberapa syarat sebagai PTS, maka kopertis akan melakukan langkah penutupan dengan persetujuan kemenristek dikti.
“Posisi Kopertis itu seperti orang tua. Orang tua tentu tahu mendidik anak-anaknya. Kita juga memberikan perlakuan terhadap anak yang berbeda kompetensinya, jadi semuanya bertahap jangan langsung instant,” tegas guru besar Unhas ini.
Sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti), Prof Moh Natsir juga telah menginstruksikan Koordinator Perguruan Tinggi swasta (Kopertis) menertibkan perguruan tinggi swasta “abal-abal” yang semakin menjamur.
Perguruan Tinggi yang dianggap abal-abal adalah perguruan tinggi yang memiliki izin tetapi tidak mengikuti proses pembelajaran yang benar atau tidak ada kuliah tetapi memberikan ijazah.
Sesuai Website resmi Menristekdikti.go.id merilis 140 perguruan tinggi swasta se-Indonesia yang ditutup. Tiga diantaranya ada di Sulawesi Selatan. Satu di Kabupaten Bone dan dua di Kota Makassar. Yakni, Stikes Rama Global Makassar, Akademi Maritim Veteran Makassar dan STIKES Mahasiswa Karya Bone.
Selain tiga kampus ditutup, ada juga yang masuk dalam kategori kampus dengan status pembinaan, yakni Universitas Karya Dharma Makassar (UKDM), satu yayasan dengan kampus Akademi Maritim Veteran Makassar.
“Kalau PTS beroperasi tanpa izin, aturannya jelas harus ditutup dong, gak boleh itu beroperasi. Jangan bandel,” kata Prof Natsir di Universitas Muslim Indonesia Makassar, pekan lalu.
Terkait data PTS bermasalah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua Kopertis disetiap wilayah. “Itu sudah tanggung jawabnya Kopertis ya. Kami sudah berkoordinasi,” lanjutnya.
Termasuk dengan mengevaluasi sistem di kampus UKDM. Diketahui, UKDM adalah salah satu kampus bermasalah di Kota Makassar dan paling fatal kesalahannya. Kata Prof Natsir, dari hasil evaluasi beberapa bulan lalu di kampus ini, setidaknya 14 poin pelanggaran telah dilakukan oleh UKDM. Namun yang paling fatal adalah ditemukannya beberapa hasil plagiat skripsi.
“Mereka sudah memperbaiki termasuk memasukkan kembali borang dan data PDPT dosen dan mahasiswa,” terangnya. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top