TKW Ditelantarkan Suami di Malaysia Hingga Sakit Kronis – Berita Kota Makassar
Headline

TKW Ditelantarkan Suami di Malaysia Hingga Sakit Kronis

BKM/RUSDI NASARUDDIN DIISOLASI-Sarina terbaring lemas di kamar 5 Ruang Isolasi Teratai RSUD Barru. Ia ditemani ibunya I Sakka dan anak laki-lakinya Ilham.

BARRU, BKM — Kamis malam (16/3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Barru. Tepatnya di kamar 5 Ruang Isolasi Teratai.
Ada tiga pasien yang tengah terbaring di atas tempat tidur, ditemani beberapa orang kerabatnya. Kondisi pasien hampir sama. Kurus. Mereka menderita penyakit tuberculosis (TBC).
Satu diantara tiga pasien itu adalah Sarina (33). Ia terlihat ditemani anak laki-laki semata wayangnya bernama Ilham. Umurnya 10 tahun. Ia terlihat mengenakan masker penutup mulut. Ada pula I Sakka (65), ibu dari Sarina.
Sarina adalah warga Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Ia baru saja tiba dari perantauan di Negeri Jiran Malaysia. Ya, Sarina adalah seorang tenaga kerja wanita (TKW).
Wanita itu kini hanya terbaring lemas dengan kondisi memilukan. Divonis menderita penyakit TBC, badan Sarina sangatlah kurus. Tarikan nafasnya begitu kencang. Seperti tengah didera sesak nafas.
Karena kondisi penyakitnya yang kronis, sang pasien hanya mampu berbahasa isyarat jika meminta sesuatu kepada putranya. Ilham pun bisa mengerti maksud ibunya. Beruntung, anaknya itu penurut dan sangat perhatian kepada ibunya. Apa saja dilakukan demi ibunya. Kalau ada yang gatal, lalu ibunya minta digaruk, Ilham dengan spontan menurutinya. Tak terkecuali untuk mengganti popok sang ibu, juga dilakoni Ilham.
I Sakka yang setia mendampingi anak perempuannya itu, menuturkan kisah pilu yang dialami anaknya hingga menderita sakit seperti saat ini.
Kala itu Sarina baru saja tamat SMP. Ia lalu diboyong ke Malaysia untuk mengais rezeki.
”Waktu itu ada kerabat kami yang lebih dulu merantau ke sana. Makanya, anak saya ini juga dibawa ke Malaysia,” ujar I Sakka.
Di tanah rantau, putri kelima I Sakka itu bertemu dengan jodohnya bernama Idris. Keduanya kemudian menikah hingga dikaruniai seorang anak laki-laki.
Namun, perjalanan rumah tangga keduanya tak berlangsung lama. Idris meninggalkan Sarina karena tidak mau ikut ke kampungnya di negeri bagian Sabah. Sarina takut hidupnya akan lebih tidak menentu di kampung suaminya itu.
Ditinggal pergi suami dengan satu orang anak bersamanya, Sarina mesti membanting tulang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadilah ia sebagai buruh kasar dan pemikul hasil kebun.
Kerasnya hidup yang dijalani Sarina meninggalkan jejak di tubuhnya. Terdapat banyak bekas lukas gores perempuan berkulit putih ini.
Diakui I Sakka, penampilan anaknya memang mirip gaya laki-laki. Namun hal itu semata dilakukan Sarina untuk menghindari perlakuan tak bersahabat dari kaum pria di lokasi perkebunan tempatnya bekerja.
Sebagai seorang ibu, I Sakka cukup tahu kehidupan kerja anaknya. Namun sedikit mengetahui lebih dalam cerita rumah tangga si buah hati.
I Sakka menuturkan, anaknya tak bisa bercerita banyak tentang apa yang telah dialaminya. Ia sudah tidak mampu lagi berbicara. Suaranya tak bisa keluar akibat gangguan di paru-parunya.
Karena keterbatasan biaya, Sarina tak mampu menyekolahkan anaknya. Ilham lah yang kemudian merawat ibundanya ketika menderita penyakit kronis.
Ilham terlihat pemalu. Namun tekadnya menjaga ibunya agar bisa mendapat kesembuhan, tidak pernah surut.
Di usianya yang masih belia, dialah yang membawa pulang ibunya dari Malaysia ke Barru. Beberapa kali naik turun kapal, tubuh ringkih ibunya ia selalu papah. Kedua tangan mungil Ilham dikuatkan untuk mampu menyanggah tubuh sang ibu yang dalam kondisi lemas tak berdaya.
Perjuangan keras Ilham akhirnya berbuah hasil. Mereka berdua bisa sampai di kampung halaman sang ibu di Mellawa, Kecamatan Mallusetasi.
Itupun Sarina tidak bisa langsung dibawa ke rumah sakit guna mendapat perawatan. Lagi-lagi persoalan biaya menjadi penyebabnya. Jadilah ia diobati secara tradisional di kampungnya.
”Beruntung ada Yayasan Kurir Langit yang bersedia menanggung biaya di rumah sakit. Alhamdulillah, sekarang sudah mendapat perawatan medis,” ujar I Sakka yang tak bisa menyembunyikan raut sedihnya.
Seorang perawat yang ditemui malam itu, menyebut Sarina masuk RS, Rabu (8/3) lalu. Ia dibawa pengurus Yayasan Kurir Langit dengan status pasien umum. Sarina tidak terdaftar sebagai peserta BPJS. (udi/rus/b)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top