Tiga Perampok Nasabah Bank Ditembak, Satu Tewas – Berita Kota Makassar
Headline

Tiga Perampok Nasabah Bank Ditembak, Satu Tewas

GOWA, BKM — Hari baru saja berganti. Dari Rabu (15/3) ke Kamis (16/3). Jarum jam menunjuk pukul 01.30 Wita.
Di jalan poros menuju Pakkatto, Kabupaten Gowa sejumlah personel Tim Khusus Polda Sulsel bergerak menuju sebuah rumah. Itu adalah kediaman Ali alias Pesek (27). Tersangka kasus perampokan nasabah bank.
Kediaman Ali langsung dikepung. Mengetahui kehadiran petugas di sekitar rumahnya, tersangka bukannya menyerah. Sebaliknya, ia melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan sebilah parang.
Senjata tajam itu diayunkan ke tubuh salah seorang polisi dan tepat mengenai sasaran. Beruntung, aparat yang ditebas itu menggunakan body vest.
Bukannya berhenti menyerang, Ali kian membabibuta. Petugas mencoba tindakan persuasif dan meminta tersangka menyerahkan diri. Namun upaya itu tak berbuah hasil.
Tiga peluru dilepaskan ke udara. Lagi-lagi itu tak digubris Ali. Ia tetap saja menyerang.
Polisi yang merasa terdesak dan keselamatan jiwanya terancam langsung mengambil tindakan tegas. Moncong bedil diarahkan ke bagian tubuhnya. Dor…Timah panas menerjang Ali. Seketika itu juga ia jatuh tersungkur bersimbah darah.
Petugas kemudian mengevakuasi Ali ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun di tengah perjalanan ia mengembuskan nafasnya yang terakhir.
Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan untuk mengejar dua rekan Ali. Identitas mereka telah dikantongi. Pengejaran yang berlangsung pukul 03.00 Wita itu menyasar tersangka Iwan (42). Beralamat di Jalan Sungai Sadaang Baru, samping SPBU, Kota Makassar. Iwan berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Dalam interogasi, ia mengakui perbuatannya melakukan perampokan bersama sejumlah rekannya.
‘Nyanyian’ Iwan ditindaklanjuti. Seorang teman komplotannya bernama Maskur alias Mas (24), dikejar. Tim khusus meringkus warga Jalan Abdul Kadir, Makassar ini ketika tengah berada di rumah kosnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin mengkonfirmasi pengungkapan kasus ini. Tiga anggota komplotan perampok nasabah bank ditangkap di tempat berbeda.
”Ketiganya merupakan residivis tahun 2006. Saat ditangkap mereka melakukan perlawanan. Satu diantaranya tewas ditembak. Ia melawan dan merangi petugas,” jelas Dicky.
Sebenarnya, menurut Dicky, anggota komplotan ini lebih dari tiga orang. Polisi masih berencana untuk mengejar pelaku lainnya. Namun karena tersangka yang hendak diamankan mencoba melakukan perlawanan, terpaksa dilumpuhkan pula dengan pelor. Kemudian dikawal saat dievakuasi ke RS Bhayangkara. Keduanya terkena tembakan pada bagian kaki.
Dalam catatan kepolisian, komplotan ini berjumlah enam orang. Setelah tiga orang dilumpuhkan, tiga lainnya kini dinyatakan buron dan dalam pengejaran.
Kawanan ini dilaporkan ke Polres Pangkep tanggal 10 Maret 2017 oleh korban yang mengalami kerugian Rp50 juta. Di Polres Polman, Sulawesi Barat pada 17 November 2016 dengan kerugian Rp45 juta.
Laporan di Polres Pinrang, lokasi kejadian berlangsung di depan Mapolres Pinrang. Kerugian korban Rp200 juta.
Selain melumpuhkan ketiga tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya tiga unit sepeda motor. Masing-masing satu unit Yamaha Mio warna putih merah bernomor polisi DD 3216 XX. Satu unit Yamaha Mio M3 warna hitam DD 6114 QU. Suzuki Satria FU warna ungu DD 5742 MG. Serta sebilah parang. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top