Mantan Wakil Ketua DPRD Maros Dibui – Berita Kota Makassar
Headline

Mantan Wakil Ketua DPRD Maros Dibui

MAROS, BKM — Mantan Wakil Ketua DPRD Maros HA Fahri Makkasau kini mendekan di dalam bui. Ia menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros setelah sebelumnya menjadi buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).
Fahri dipenjara atas keterlibatannya dalam kasus penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) SDN 2 Unggulan Maros. Oleh pihak Kejari, terpidana dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Kandeapia, Jumat sore (10/3) pekan lalu.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Maros Harri Surahman membenarkan hal itu saat dihubungi, kemarin. Berdasarkan informasi dari pihak pengacara, langkah itu ditempuh karena Fahri Makkasau ingin kooperatif dan taat hukum.
“Yang bersangkutan sudah menyerahkan diri Jumat sore lalu. Dia datang sendiri ke Lapas Kandeapia untuk menjalani masa tahanannya berdasarkan keputusan Mahkamah Agung,” jelas Harri Surahman.
Meski begitu, kata Harri, Andi Fahri Makkasau masih enggan mengakui perbuatannya. Tapi sebagai warga yang baik, Fahri mengaku taat pada hukum. Masa hukuman yang mesti dijalani Fahri yakni dua tahun penjara dan denda Rp275 juta.
“Hingga kemarin, dia masih enggan mengakui perbuatannya. Karena taat hukum makanya dia menyerahkan diri dan menjalani masa hukuman dua tahun. Tapi belum ada keputusan, apakah yang bersangkutan akan membayar denda Rp275 juta atau menggantinya dengan hukuman penjara 1 tahun,” jelasnya.
Dalam kasus korupsi ini, Fahry Makksau divonis hukuman dua tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider kurungan satu bulan, serta pidana uang pengganti sebesar Rp275 juta.
Penguatan putusan Pengadilan Tinggi telah keluar sejak tahun 2016 lalu. Kasus korupsi dana hibah dari Pemkab Maros melibatkan Andi Fahri Makkasau yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komite SD Negeri 2 Unggulan Maros tahun 2010. Anggaran sebesar Rp250 juta disalahgunakan Fahri. Sebab dana tersebut tidak digunakan untuk SD Negeri 2 Unggulan Maros. Padahal proposal yang dibuat, peruntukannya bagi sekolah tersebut.
Harri menambahkan, saat ini masih ada satu DPO Kejari Maros yang masih dikejar, yakni Al Fitrah Sadeli. Ia merupakan fasilitator untuk kasus bedah rumah. Kasusnya sementara dalam tahap penyidikan, namun tersangkanya melarikan diri.
“Kami mengimbau kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri. Karena kami akan terus melacak keberadaannya,” tandasnya. (ari/rus/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top