Headline

”Salah Kaprah yang Akut”

DIHUBUNGI terpisah, pengamat pemerintahan Arief Wicaksono mengecam rencana PDAM memecat seluruh tenaga kontrak yang memiliki latar belakang pendidikan dengan gelar sarjana. Menurutnya, kebijakan tersebut benar-benar diluar kewajaran jika benar terjadi.
Sebab, salah satu indikator maju dan berkembangnya suatu perusahaan adalah kuatnya Sumber Daya Manusia (SDM) atau banyaknya pegawai yang lahir dari perguruan tinggi (PT). Seharusnya, PDAM Makassar lebih memikirkan strategi yang baik untuk berkembangnya perusahaan ke depan dengan SDM yang kuat akademik. Disamping tetap mempertahankan pegawai kontrak yang tidak atau belum berstatus sarjana untuk ditempatkan di lapangan.
“Kok bisa-bisanya PDAM berpikir bahwa mereka lebih butuh orang lapangan yang tidak sarjana dibanding sarjana? Menurut saya, itu salah kaprah yang akut. Itu rencana keterlaluan kalau betul-betul jadi dilaksanakan. PDAM Makassar harus memikirkan bagaimana strategi menjadi lebih baik ke depan dengan SDM sarjana, sambil tetap mempertahankan yang tidak atau belum sarjana yang berada dilapangan,” kata Arif Wicaksono, Kamis (16/2).
Dia menambahkan, PDAM Makassar harus bijak mengambil langkah. Sebab, perusahaan milik pemkot itu juga memiliki kinerja yang tidak maksimal kepada masyarakat jika dibandingkan dengan keberadaan perusahan daerah lainnya.
“Untuk kasus ini, saya kira PDAM harus bijak mengakui bahwa kinerja mereka juga tidak seberapa maksimal, jika dibandingkan dengan perusda lain dalam lingkungan Pemkot Makassar,” tandasnya. (arf/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top