Dua Penghipnotis di Petepete Tertangkap karena Capek Lari – Berita Kota Makassar
Headline

Dua Penghipnotis di Petepete Tertangkap karena Capek Lari

MAKASSAR, BKM — Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Dua pria paruh baya ini mengalaminya. Yakni Burhan alias Bur (47), warga Selekoa Kabupaten Takalar, dan Darwis alias Muhtar (50), warga Jalan Anggrek, Panakkukang, Makassar.
Usai melakukan aksi hipnotis di atas petepete, mereka tertangkap tim khusus Polda Sulsel, Rabu (15/2) pukul 17.00 Wita. Tepatnya di depan masjid samping Asrama Polisi Panaikang.
Sebenarnya, pelaku berjumlah empat orang. Tiga diantaranya berada di atas petepete. Sementara satu lainnya mengendarai sepeda motor.
Saat berlangsung penangkapan, sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Setibanya depan masjid Aspol Panaikang, ketiganya langsung turun dari petepete. Selanjutnya berlari hendak masuk ke dalam lorong.
Namun, kondisi fisik dua pelaku ternyata tak terlalu prima. Karena terlalu capek, mereka langsung berhenti berlari. Kemudian menyerahkan diri kepada polisi. Sementara rekannya berhasil kabur.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengkonfirmasi kebenaran penangkapan kedua pelaku hipnotis. Dia menjelaskan, sebelum kedua tersangka ditangkap, tim khusus polda menerima informasi keberadaan komplotan tersangka hipnotis yang kerap melancarkan aksinya di mobil petepete. Mereka disebutkan sedang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan.
”Tim langsung bergerak melakukan pengejaran. Kejar-kejaran terjadi saat di Jalan Perintis. Komplotan tersangka berjumlah tiga orang berada di atas angkot jurusan Daya. Setibanya di depan Asrama Polisi Panaikang mereka turun dan langsung lari. Petugas mengejarnya. Dua orang capek sendiri sehingga menyerahkan diri. Satu lainnya berhasil melarikan diri. Sementara yang mengendarai motor, juga kabur. Keduanya masih dalam pengejaran,” jelas Dicky.
Kedua tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Panakkukang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dihadapan petugas, mereka mengakui perbuatannya. Selama 2017, sudah tiga kali mereka melakukan aksi hipnotis di atas petepete.
”Sudah tiga kali, Pak. semuanya penumpang petepete,” aku tersangka Bur.
Diapun menjelaskan modus operandinya. Bermula dari menawarkan gelang kepada calon korban.
”Saya tawarkan gelang emas asli. Setelah korban lengah, saya kemudian mengambil cincinya sebesart 3 gram. Itu aksi pertama. Korbannya perempuan,” ujarnya.
Dalam aksi kedua, korbannya juga seorang perempuan. Yang berhasil dijarah adalah emas seberat 1 gram. Terakhir, kalung korban seberat 25 gram dibawa kabur pelaku. Terdiri dari 3 buah cincin. Ada juga dua handphone merek Oppo dan Samsung.
Dalam melakukan aksinya, mereka berkelompok. Ada yang menggunakan motor. Ada yang berada di atas petepete bersama korban. Setelah berhasil mengambil barang korban, selanjutnya pelaku menyerahkan hasil jarahan ke rekannya yang memepet mobil. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top