Metro

Dewan Anjurkan Insentif Guru Honor di APBD-P

MAKASSAR, BKM– Keinginan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang hendak memberikan gaji insentif untuk seluruh guru honor sebanyak 1.800 orang bakal terhambat dalam waktu dekat.
Pasalnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menilai, pemberian insentif itu dapat direalisasikan setelah pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017 pada September mendatang.
Hal tersebut diutarakan anggota Badan Anggaran DPRD Makassar, Mesakh Raymond Rantepadang. Mesakh mengakui, dewan merespon langkah pemberian insentif itu, namun dia sangat menyayangkan rencana itu muncul setelah anggaran untuk 2017 telah ditetapkan dan telah berjalan.
“Sejak awal kita sudah menyuarakan agar gaji honorer dinaikkan, kalau ada rencana wali kota ingin memberikan dana intensif guru honorer, maka guru honorer harus sabar menunggu. Paling tidak setelah pembahasan APBD Perubahan tahun ini ,” ungkapnya ditemui, Kamis(16/2).
Ia juga menuturkan pemberian insentif kepada guru honor sudah patut dipertimbangkan bahkan pihaknya di badan anggaran pada 2015 lalu sudah menggodok tapi masih kekurangan anggaran.
Sementara itu, Koordinator Badan Anggaran (Banggar) DPRD Makassar, Abdi Asmara turut bersuara terkait rencana pemberian gaji insentif untuk guru honorer. Menurutnya, pemberian insentif sah-sah saja asalkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Makassar terus naik.
“jika target PAD mencapai Rp1,6 triliun maka sudah layak mereka mendapat tunjangan tambahan. Apalagi saat ini gaji honorer memang dinilai sangat rendah diluar dari gaji perkegiatan,” ujarnya.
Legislator Fraksi Demokrat itupun menambahkan, pengabdian guru honorer selama ini tidak dapat dinilai dengan uang. Bahkan anggaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima setiap sekolah sangat-lah kecil dibanding biaya transfortasi dan lainnya dari guru honorer tersebut.
“Sudah saatnya pemerintah mensejahterakan aparatnya. Hanya memang saat ini perlu ada pemotongan jumlah honorer yang kurang berprestasi atau kinerjanya lambat sekali,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Ismunandar mengatakan, pihaknya akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar untuk insentif guru honorer di Kota Makassar. Dana itu diambil dari anggaran pendidikan gratis yang jumlahnya Rp20 miliar. “Kita diwajibkan menyiapkan dana sharing. Sebanyak Rp16 miliar akan diplot jadi insentif dari dana sharing pendidikan gratis,” ucapnya.
Ismunandar menjelaskan, selama ini kesejahteraan guru honorer masih di bawah standar padahal guru honorer memberikan kontribusi yang besar bagi sekolah. Pemberian insentif itu lanjutnya, setelah ada SK dari wali kota.
Guru honorer selama hanya mendapatkan insentif dari dana BOS yang jumlahnya bervariasi disesuaikan dengan kemampuan sekolah. “Kalau sebelumnya gaji dihitung per jam, dari Rp3.000 perjam hingga Rp8.500 per jam. Kalau dikumpul dalam satu bulan hanya cukup untuk transportasi,” tutupnya.(ita)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top