Sulselbar

Senator Sulbar Harap Pilkada Berjalan Aman

BKM/ALALUDDIN KETERANGAN PERS -- Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuria bersama anggota KPU Sulbar dan pihak Bawaslu Sulbar saat memberikan keterangan pers soal pelaksanaan Pilkada.

MAMUJU, BKM — Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Sulbar yang berlangsung pada Rabu (15/2) diharapkan berjalan aman. Harapan tersebut bahkan diungkapkan salah seorang senator Senayan dari daerah pemilihan Provinsi Sulbar, Asri Anas.
”Kami DPD RI melaksanakan pemantauan secara nasional Pilkada serentak. Bukan hanya di Sulbar melainkan di seluruh Indonesia yang bertujuan memastikan sejauh mana kesiapan pelaksanaan Pilkada khususnya di Sulbar agar dapat berjalan dengan aman” ucap Asri Anas saat melakukan pertemuan dengan Sekprov Sulbar, KPU Sulbar, Bawaslu Sulbar dan OPD terkait yang berlangsung di ruang kerja Sekprov Sulbar, Selasa (14/2).
Senator dari dapil Sulbar tersebut juga mengemukakan, kegiatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas konstitusional DPD RI, yaitu melakukan pengawasan secara langsung untuk memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan Pikada serentak pada 15 Februari 2017 dapat berjalan aman.
Asri Anas pada kesempatan tersebut juga menyampaikan kekuatirannya terhadap apa yang terjadi jelang pelaksanaan Pilkada di Sulbar, yaitu Sulbar termasuk peringkat ketiga tertinggi terjadi money politics setelah Aceh dan Gorontalo.
Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, mengemukakan, pelaksanaan tahapan Pilkada sudah dilaksanakan. Meski demikian, masih ada beberapa persoalan yang timbul, seperti permasalahan Suket.
”Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada saat melaksanakan pemantuan pelaksanaan Pilkada, hampir seluruh daerah mempertanyakan masalah kesediaan Suket, jika jumlah Suket lebih banyak dibanding cadangan surat suara,” kata Ismail.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuria menyatakan telah berkoordiasi dengan Dinas Catatan Sipil mengenai DPT. Juga sudah menyesuaikan jumlah surat suara.
”Keabsahan surat suara sesuai dengan data yang diberikan Dinas Catatan Sipil. Apabila di TPS tertentu terjadi kekurangan Suket, maka pemilih yang tidak mendapatkan Suket dapat dipindahkan ke TPS lain. Itu pun dalam jumlah tertentu. Dengan catatan, harus dibuatkan dokumen khusus berupa berita acara,” jelas Usman.
Usman Suhuria kepada Sekprov Sulbar juga menyampaikan, KPU Sulbar sudah siap melaksanakan Pilkada serentak 2017. Itu terbukti dari 14 tahapan Pilkada sudah 10 tahapan yang sudah dilaksanakan sisanya tahapan-tahapan pascapemungutan suara.
Pada kesempatan itu juga, Ketua Bawaslu Sulbar, Busran Riandi, menyampaikan, dirinya sudah menyampaikan kepada jajarannya sampai ke tingkat bawah, bagi masyarakat yang tidak memiliki Suket jangan dilayani sebab dapat berpotensi dilaksanakan pemilihan ulang.
”Bagi masyarakat yang tidak terdaftar tetapi memiliki E–KTP dapat memilih pada tempat sesuai alamat masing-masing,” tandas Busran.
Selain Sekprov, senator Asri Anas, Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuriah, Ketua Bawaslu Sulbar, Busran Riandi, juga hadir perwakilan Polda Sulbar, Yohannes, BIN serta OPD terkait. (ala/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top