Selisih Tipis, Pilbup Takalar Rawan Digugat – Berita Kota Makassar
Headline

Selisih Tipis, Pilbup Takalar Rawan Digugat

MAKASSAR, BKM — Usai sudah pencoblosan untuk pemilihan bupati (pilbup) Takalar. Wajib pilih menyalurkan hak suaranya di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS), Rabu (15/2).
Mereka memilih dua pasangan calon (paslon). Masing-masing Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) bernomor urut satu, dan Syamsari Kitta-Ahmad Dg Se’re (SK-HD) nomor urut dua.
Hasilnya, terjadi selisih tipis antara kedua paslon. Saling klaim menang langsung terjadi. Bahkan, keduanya menyampaikan victory speach (deklarasi kemenangan) bertempat di posko pemenangan masing-masing.
Tak hanya itu, pendukung masing-masing paslon telah turun ke jalan berkonvoi. Euforia kemenangan mereka sampaikan.
Pukul 16.00 Wita, hasil hitung cepat atau quick count pilkada Takalar dirilis lembaga survei dan konsultan pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) di Hotel Grand Clarion. Bur-Nojeng unggul dengan raihan suara 50,13 persen. Sementara SK-HD mengantongi 49,87 persen.
Hitung cepat ini mengambil sampel pada 180 dari 350 TPS. Menggunakan teknik pengambilan sampling dengan cara multistage random sampling. Margin errornya 1 persen.
Peneliti JSI Riswan Sawedi, menyatakan bahwa hasil riset terakhir yang dilakukan memang dimenangkan oleh nomor urut satu. Hanya saja, belum dapat dipastikan siapa pemenangnya. Alasannya, margin error JSI yang ada sebesar 1 persen.
Hal sama dikemukakan Supervisior Pemenangan JSI Arif Saleh. Menurutnya, hasil ini belum final. Sebab jumlah TPS yang ada di Kabupaten Takalar sebanyak 350 TPS. JSI mengambil sampel dengan sistim acak sebanyak 180 TPS, dengan persentase pemilih sebesar 83,8 persen.
“Kita tidak bisa simpulkan karena ada margin error sebesar 1 persen dan selisih pasangan di bawah setengah persen. Kota hanya bisa simpulkan bahwa pemenang pilkada di Kabupaten Takalar hasil akhirnya dari KPU,” terangnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Celebes Recearch Center (CRC) Herman Hezer juga tak berani mengambil kesimpulan paslon mana yang memenangkan Pilbup Takalar, lantaran selisihnya sangat kecil. “Angkanya ketat sekali, Pak. Untuk itu, sebaiknya kita menunggu rekap resmi dari KPU,” ujarnya.
Menurut Herman, CRC tidak melakukan hitung cepat lantaran tidak mendapat persetujuan dari KPU Takalar.
Dengan selisih yang sangat tipis, maka terbuka peluang adanya gugatan melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, mengemukakan peluang masuk ke ranah MK tetap terbuka. Meski demikian, Syaharuddin mengaku masih menunggu hasil resmi dari KPU Takalar.
“Kita tunggu hasil rekap resmi dari KPU. Kami di tim SK-HD juga memiliki data yang mengunggulkan pasangan nomor urut 2,” ujar Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini.
Calon wakil bupati Takalar Ahmad Dg Se’re juga menyatakan optimismenya bila dirinya bersama Syamsari Kitta yang menang di Pilbup Takalar. “Kita tunggu hasil rekap dari KPU sebagai penyelenggara,” ujarnya.
Di tempat terpisah, real count dilakukan kubu Bur-Nojeng. Penghitungan suara menggunakan pesan singkat dari para relawannya yang disebar pada 351 TPS di sembilan kecamatan.
Diperoleh hasil yang berbeda dengan quick count. Nomor urut 1 unggul dengan selisih 4 persen dari rivalnya. Bur-Nojeng tercatat unggul 52 persen. Sedangkan SK-HD mendapat 48 persen.
Menyusul hasil real count, Bur yang didampingi juru bicara dan tim relawannya mengimbau seluruh pendukungnya untuk tetap menunggu keputusan pasti yang akan dikeluarkan KPU Takalar. “Suara masuk dari relawan, sekaligus saksi Bur-Nojeng di 351 TPS pada sembilan kecamatan, kami unggul 4 persen,” ujar Bur, kemarin.
Meski masih ada suara yang ditunggu dari beberapa TPS sebesar 2 persen, namun Bur optimistis bila Pilbup Takalar 2017 ini kembali dimenangkannya.
“Terima kasih saya sampaikan pada pendukung dan relawan kami yang telah bekerja semaksimal mungkin hingga kemenangan ini kembali diraih,” kata sang petahana disambut gemuruh ratusan pendukungnya di posko induk Bur-Nojeng di Kalampa. (ira/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top