Metro

PK5 Center Terancam Batal Beroperasi

MAKASSAR, BKM– Pengoperasikan kawasan pedagang kaki lima (PK5) center yang direncanakan Pemerintah Kota Makassar akhir Februari (bulan ini) terancam batal.
Pasalanya pembangunan pelataran PK5 Center di dua lokasi yakni, Jalan Kartini dan Jalan Metro Tanjung Bunga belum tuntas dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar.
Termasuk Dinas PU Kota Makassar juga masih menggenjot penyelesaian pembangunan fisik berupa pedestrian dari keramik, toilet, lampu taman, tempat duduk dan pembangunan mushola.
“Kawasan PK5 Center di dua lokasi itu belum bisa dioperasikan akhir bulan ini. Paling cemat Juni mendatang. Ini dikarenakan belum rampung fasilitas mendukung seperti di Jalan Kartini belum ada tempat duduknya, lampu taman, toilet, tempat parkir kendaraan, pedestrian dari keramik dan mushola,” jelas Kepala Dinas PU Kota Makassar, Muh Ansar, Rabu (15/2).
Ansar optimis, akhir Mei hingga awal Juni mendatang, progres pembangunan fisik kawasan PK5 center diperkirakan telah mencapai 90 persen. Dimana pedestrian dari keramik, pembangunan mushola, toilet, tempat parkir dan lampu teman sudah dapat terlihat. Sehingga para pedagang dapat memasuki dan berjualan dalam boots Kaki Lima ta’ yang telah disediakan pemerintah kota.
Selain kawasan PK5 center di Jalan Kartini, ujar Ansar, kawasan PK5 center di Jalan Metro Tanjung Bunga sekitar Anjungan Pantai Losari juga dipastikan dioperasikan. Namun boots Kaki Lima ta di dua tempat memiliki perbedaan. Boots Kaki Lima ta’ yang ada di Jalan Metro Tanjung Bunga terbuat dari fiber yang menggunakan anggaran APBD sebesar Rp4,5 miliar. Sedangkan boots Kaki Lima ta’ yang ditempatkan di Jalan Kartini hanya terbuat dari triplek yang merupakan pemberian dari pihak ketiga.
“Boots Kaki Lima ta yang di Jalan Metro Tanjung Bunga itu sebanyak 300 unit, yang terbuat dari fiber dengan anggaran APBD sebesar Rp4,5 miliar. Dua lokasi itu mulai dapat di operasikan Juni mendatang, sedangkan kawasan PK5 center yang direncanakan di Jalan Niker, Jalan Hertasning dekat Goro, mulai dioperasikan kalau dua lokasi ini sudah rampung,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menegaskan dirinya akan tetap akan memasukkan pedagang untuk mulai beroprasi di Jalan Kartini pada akhir bulan ini. Seratus boots yang telah rampung diharapkan dapat segera diisi sembari memerintahkan dinas terkait menggenjot pembangunan fisik kawasan PK5 center.
“Akhir bulan ini sudah bisa diisi PK5 tapi khusus untuk 100 boots yang ada. Itu bisa apalagi sambil dikerjakan pembangunan lainn yang ada,” katanya.
Terkait dengan rencana Dinas PU Kota Makassar membuat boots Kaki Lima ta dengan menggunakan fiber dengan alasan lebih kuat dan awet, Danny sapaan akrab Wali Kota Makassar tidak setuju. Pasalnya pembuatan boots menggunakan bahan fiber jauh lebih mahal dan membawa hawa yang panas bagi pedagang bertempat di dalam boots.
“Tetap kita pakai triplek, itu juga awet dan tahan lama yang bisa bertahan sampai lima tahun baru bisa diganti lagi. Kalau fiber itu mahal baru pasti panas. Tetap ji pakai triplek,” tegasnya. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top