Sulselbar

Dispar Maksimalkan Pengelolaan Objek Wisata

Rospita N Biringkanae

MAKALE, BKM — Perkampungan adat Sillanan di Kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) Tana Toraja kurang lebih 20 km dari Kota Makale merupakan obyek wisata sejarah telah berusia 974 tahun.
Dalam wilayah perkampungan adat Sillanan juga terdapat tongkonan tua, demikian pula kuburan (liang) di tebing batu untuk pemakaman orang terpandang di wilayah Sillanan, jika ditelusuri ceritanya menarik untuk disimak.
Di kawasan wilayah perkampungan adat Sillanan, juga terdapat sumur tua sumber mata airnya dari sela-sela batu sangat jernih, sekalipun musim kering atau kemarau berkepanjangan sumur di perkampungan adat ini tidak pernah kering, bahkan ramai dikunjungi warga mengambil air minum.
Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Tana Toraja Rospita Napa Biringkanae dikonfirmasi BKM Rabu (15/2) mengatakan, obyek wisata dimiliki Tana Toraja didominasi wisata sejarah, keindahan alam, dan wisata baru religi, serta agro.
Dari sekian banyak obyek tersebut mendesak dan segera dimaksimalkan pengelolaannya untuk mendukung Toraja Kawasan Pariwisata Strategi Nasional (KSPN), termasuk perkampungan adat Sillanan.
Apalagi setelah pariwisata Toraja didukung Bandar udara dan infra struktur jalan memadai, persiapan menyambut kebanjiran wisatawan sudah diantisipasi diatas target 500 ribu orang, sebut Rospita.
Karena itu promosi obyek wisata secara terus menerus dilakukan dan serempak disemua tingkatan, dampak peningkatan ekonomi masyarakat lebih dirasakan.
Apalagi pariwisata memilik mata rantai dengan kehadiran kerajinan khas Toraja, sebagai ketua Dewan Kerajinan Daerah (Deskranasda) mendorong pertumbuhan kerajinan Toraja dan kita mudah jumpai disemua obyek wisata, dan ketua Deskranasda Pusat Ny Hj Mufida Kalla mendukung kerajinan binaan Deskranasda sebab kualitasnya bisa bersaing di pasar internasional.
Demikian pula kopi Toraja memiliki daya tarik karena tidak ada duanya, juga diromosikan sebagai bentuk peningkatan komoditi Toraja, termasuk holtikultura disentra produksi pertanian. (gus/C).

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top