2020, Sulsel Target Swasembada Gula – Berita Kota Makassar
Metro

2020, Sulsel Target Swasembada Gula

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan tahun 2020 mendatang, Sulawesi Selatan sudah bisa memenuhi kebutuhan gula atau swasembada.
Kepala Bidang Tanaman Semusim Dinas Perkebunan, H Basrul G, menjelaskan, tahun 2017 hingga 2020 pemerintah memang berusaha mewujudkan target tersebut dengan melakukan berbagai usaha.
Strategi yang dilakukan, adalah bagaimana mengoptimalkan lahan perkebunan pabrik gula dan perkebunan tebu rakyat. Diupayakan penambahan luas areal tanam hingga mencapai 6.000 hingga 7.000 hektare tebu rakyat. Saat ini, ada sekitar 3.800 hektare.
“Kalau perlu, kita melakukan perluasan di kabupaten lain yang dekat dengan pabrik gula. Seperti Sinjai, Gowa dan Jeneponto. Ada rencana juga ekspansi ke kabupaten lain,” jelasnya di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (13/2).
Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan penanaman tebu yang berbeda dengan sebelum-sebelumnya.
Kalau dulu ditanam di awal musim hujan, sekarang tanam di musim kemarau. Sehingga pada saat tanam nanti, 11 hingga 12 bulan kemudian kembali kena musim kemarau sehingga rendemennya bisa optimal.
Menurutnya, dukungan pusat sangat dibutuhkan dari sisi penyediaan sarana pengolahan hasil seperti traktor, dozer, alat panen dan lainnya.
Saat ini, produksi tebu rata-rata per hektare sekitar 5 hingga 6 ton. Itu jauh dari ideal. Di Jawa dengan rendemen yang lebih tinggi dengan rendemen sampai 10, bisa sampai 10 ton per hektare.
“Rendemen yang kita capai saat ini, khususnya di Pabrik Gula Camming sampai 7,8 persen mendekati delapan, sementara Pabrik Gula Takalar kisaran 6 persen saja rendemennya,” jelasnya.
Tahun 2020 diharapkan produksi gula Sulsel mencapai 100-120 ribu ton. Untuk pemenuhan konsumsi gula di Sulsel, Insha Allah itu bisa terpenuhi jika kita capai luasan lahan penanaman tebu,” paparnya.
Selain tebu, Dinas Perkebunan Sulsel berupaya meningkatkan produksi sepuluh komoditi perkebunan. Seperti kakao, kelapa, kopi, cengkeh, sawit, lada, pala, jambu mete, tebu (gula), dan tembakau.
Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Firdaus Hasan, mengungkapkan, pada tahun 2017 ini pihaknya menargetkan produksi kakao sebanyak 276.000 ton, kelapa 82.342 ton, kopi 40.560 ton, cengkeh 17.650 ton, dan sawit 44.265 ton. Sedangkan, produksi lada ditargetkan 6.425 ton, pala 530 ton, jambu mete 22.150 ton, tebu (gula) 36.120 ton, dan tembakau 2.555 ton.
“Luas areal tanaman perkebunan Sulsel berkisar 690.283 hektare, dan 95 persen diantaranya atau sekitar 656.067 hektare merupakan perkebunan rakyat. Sisanya adalah perkebunan besar swasta dan negara,” jelas Firdaus, pada Pemaparan Program Strategis SKPD Lingkup Pemprov Sulsel yang dilaksanakan Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel, di Kantor Gubernur, Senin (13/2).
Selain pengembangan sepuluh komoditi unggulan tersebut, tambah Firdaus, ada pula integrasi jagung di lahan perkebunan. Targetnya, 75.100 hektare dengan sasaran luas panen 71.345 hektare dan sasaran produksi 3.210.525 ton. (rhm)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top