Headline

Diduga Dendam, Dibunuh lalu Dibuang ke Jalan

MAKASSAR, BKM — Aktivitas warga di Perumahan Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya belumlah terlalu ramai. Jarum jam baru menunjuk angka pukul 06.00 pagi.
Namun, suasana yang sebelumnya sepi, lambat laun menjadi ramai. Satu persatu orang berdatangan di jalan poros dalam kompleks ini. Di situ teronggok sesosok tubuh yang tak lagi punya raga.
Mengenakan baju kaos lengan panjang warna hitam. Bercelana jins biru dan masih mengenakan sendal. Di kedua lengannya terpasang asesoris gelang. Cairan warna merah masih mengucur dari hidungnya.
Warga setempat kemudian berinisiatif melaporkan temuannya ke Polsek Biringkanaya. Tidak lama kemudian polisi datang ke tempat kejadian perkara (TKP).
Identitas korban akhirnya diketahui. Pada selembar Kartu Tanda Penduduk (KTP), tertera foto korban dan namanya. Tarmizi Thahir alias Kammang berusia 24 tahun. Warga Pulau Kalu-kalukuang RT 003/RW 003, Desa Kalu-kalukuang, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkep.
Dari hasil pemeriksaan polisi, di bagian leher korban ditemukan sejumlah luka tusuk. Selang beberapa waktu kemudian, tim Inafis Polda Sulsel tiba di lokasi. Dipimpin Direktur Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Kombes Pol Erwin Zadma, polisi kemudian mengevakuasi korban.
Petugas juga melakukan penyisiran dengan melibatkan anjing pelacak K9 dari Polisi Satwa. hewan pintar itu mengitari rawa-rawa sambil berputar di tanah lapang. Jaraknya kurang lebih 200 meter dari lokasi tergeletaknya jasad korban. Di situ tim menemukan bercak darah berserakan.
Anjing pelacak mengendus jejak langkah kaki yang diduga milik korban dan pelaku, baik sebelum maupun setelah membunuhan. Diindikasikan antara korban dan pelaku sempat berada di tengah tanah lapang.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan kuat dugaan korban Tarmizi dibunuh. Hal itu didasari dari hasil pemeriksaan awal di TKP serta mayat korban.
”Kematiannya cukup tragis. Di tubuhnya ditemukan sembilan tusukan benda tajam. Diduga korban pembunuhan. Pelakunya masih dalam pengejaran,” kata Kombes Dicky, kemarin.
Melihat luka yang dialami Tarmizi, tambah Kabid Humas, pelaku sepertinya sangat dendam terhadap korban. Pelaku juga dipastikan cukup mengenal korban sebelumnya.
”Jika melihat lukanya, sepertinya pelaku menaruh dendam. Tapi untuk kepastiannya nanti dari analisa petugas polda dan polrestabes. Sedang diproses untuk mengungkap kasus ini,” terang Dicky.
Hingga kemarin sore, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara dan belum dipulangkan. Polisi tengah melakukan proses otopsi.
Penjelasan senada disampaikan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Endi Sutendi. Menurutnya, dari hasil olah TKP, korban dianiaya hingga akhirnya meninggal dunia.
“Ada sembilan luka tusukan pada bagian leher. Kasusnya masih kami dalami. Kuat dugaan korban terlebih dahulu dibunuh, kemudian jasadnya dibuang di pinggir jalan. Ini bisa saja terjadi. Penyebab pastinya akan diketahui jika aktivitas korban bisa terungkap lebih jelas,” terang Kombes Endi.
Kapolsek Tallo Kompol Henki juga mengkonfirmasi penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan ini. ”Informasi awalnya diketahyi oleh warga yang melintas di lokasi. Selanjutnya menyampaikan ke security perumahan Villa Mutiara. Kemudian dilaporkan ke Polsek Biringkanaya,” terang Henki.
Saat berlangsung olah TKP, seorang pria datang dan mengaku sebagai kerabat korban. Tapi tidak banyak informasi yang bisa digali darinya. Ia hanya menyebutkan korban bekerja di perusahaan ekspedisi.
Kakak kandung korban bernama Indra (27) juga datang ke lokasi. Warga Jalan Paccinongan, Kabupaten Gowa ini begitu terpukul mendapati adiknya sudah tak bernyawa lagi dengan kondisi memilukan.
”Saya kaget waktu mendapat informasi yang beredar di media sosial. Apalagi disitu terpasang fotonya. Saya lihat itu gambar adik saya,” ujarnya sambil berusaha menahan kesedihannya.
Hanya saja, Indra enggan bercerita banyak. Ia menyebutkan kalau Tamzil merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Akhir-akhir ini yang ia ketahui adiknya tinggal di lokasi kerjanya Jalan Cakalang.
”Saya juga heran kenapa bisa berada di sini (Perumahan Villa Mutiara,” cetusnya. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top