Protes Disdik Sulsel Dibalas Kemendikbud – Berita Kota Makassar
Headline

Protes Disdik Sulsel Dibalas Kemendikbud

MAKASSAR, BKM — Protes Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo yang merasa tak dihargai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berbuah balasan. Yang sangat merasakan dari sengkarut masalah tersebut adalah para guru.
Saat ini banyak guru asal Sulsel yang batal berangkat ke luar negeri (PN). Baik untuk ikut pelatihan maupun urusan lain yang terkait soal pendidikan.
”Ada banyak keluhan dari guru yang kami terima. Mereka ada yang batal ke Australia. Terancam batal ke Singapura, Belanda dan Jepang untuk mengikuti pelatihan ataupun kegiatan lain yang berhubungan langsung dengan pendidikan,” ungkap Muh Ramli Rahim, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat.
Ia sangat menyesalkan sekaligus menyayangkan berlarut-larutnya silang pendapat antara Disdik Sulsel dan Kemendikbud. Menurut Ramli, yang perlu dilakukan saat ini adalah mencari tahu di mana dan apa masalahnya sehingga persoalan menjadi rumit seperti sekarang.
”Karena kelihatannya seperti tidak ada masalah. Namun dampaknya begitu besar,” ujarnya, kemarin.
Dia memperkirakan, kemungkinan yang terjadi hanya koordinasi saja. Tak ada niat diantara kedua belah pihak untuk berseteru. Apalagi mengorbankan kepentingan dunia pendidikan secara luas.
Menurut Ramli, Pemprov Sulsel dan Disdik punya niat baik dalam menata dan mengkoordinir guru yang hendak mengikuti pelatihan. Guru yang ingin meningkatkan kompetensinya, tentu akan baik jika Disdik punya datanya.
Sebaliknya, tambah Ramli, Kemendikbud dinilainya tak punya niat untuk mengacak-acak kewenangan daerah.
Yang disesali dari kisruh keduanya adalah guru menjadi korbannya.
”Sehingga yang terjadi sekarang adalah gajah berkelahi, rumput dan semut yang jadi korban. Kasihan kan,” cetusnya.
Dia berharap semua pihak dapat terlibat secara aktif dalam membantu mencari solusi penyelesaian antara kedua belah pihak. Malah, dia menawarkan IGI untuk menjadi mediator jika memang dibutuhkan.
Sebelumnya, kisruh bermula ketika Irman YL selaku Kadis Pendidikan Sulsel menerbitkan surat protes atau keberatan kepada Kemendikbud. Disusul kemudian Disdik mengeluarkan aturan agar guru-guru SMA/SMK yang mengikuti kegiatan Kemendikbud untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Disdik.
Kemendikbud pun tidak tinggal diam. Protes Disdik Sulsel itu dibalas dengan terbitnya surat terkait fungsi dan kewenangan serta sikap Kemendibud.
Surat bernomor: 6337/A.A1.1/PR/2017 itu berisi tujuh poin. Yang cukup krusial adalah poin 7. Dimana untuk sementara waktu, Kemendikbud akan memblokir sementara anggaran-anggaran yang dikelolanya untuk Sulsel.
Isi poin ke tujuh, yakni Kemendikbud perlu melakukan blokir sementara bantuan berupa fisik dan non fisik untuk sekolah menengah di Sulsel yang dianggarkan melalui belanja pusat. Pemblokiran berlangsung hingga ada kesepakatan tentang mekanisme kerja sama pengelolaan pendidikan menengah antara Kemendikbud dengan Pemprov Sulsel.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang dimintai komentarnya terkait blokir anggaran oleh Kemendikbud, mengaku belum mengetahuinya. Meski begitu, ia menyatakan ketidakyakinannya jika Kemendikbud mengeluarkan kebijakan itu.
Syahrul beralasan, besaran anggaran pendidikan dari pusat untuk Sulsel sudah jelas alokasinya. ”Jadi, bagaimana caranya Kemendikbud akan memblokir,” tandasnya.
Sebaliknya, dia menilai keputusan pemprov untuk melayangkan surat pemberitahuan ke Kemendikbud tertanggal 24 Januari lalu sudah tepat. Isinya ada tiga poin, yakni tidak bersurat, berkunjung, dan memberikan bantuan ke sekolah tanpa sepengetahuan pemprov.
Direktur Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel Abdul Halim Muharram, yang merupakan perpanjangan tangan Kemendikbud di daerah ini, mengatakan hingga sekarang dirinya masih mencari surat yang dikeluarkan Kemendikbud terkait pemblokiran anggaran dari pusat untuk Sulsel.
“Sampai sekarang saya juga masih cari surat yang disebut-sebut memblokir anggaran untuk Sulsel,” ungkapnya kepada BKM, Minggu (12/2).
Dia melanjutkan, terkait persoalan yang saat ini sedang diperbincangkan tersebut, pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kemendikbud dan Pemerintah Provinsi, langkah apa yang akan dilakukan. Menurutnya, walaupun dirinya salah satu perwakilan dari pemerintah pusat, namun ia tak bisa mengabaikan kapasitas Pemprov Sulsel karena beraktifitas dan tinggal di daerah ini.
“Saya ingin menjadi bagian yang baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ungkapnya.
Abdul Halim berjanji, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan silaturahmi dengan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel. Tinggal menunggu kedatangan Irman Yasin Limpo kembali ke Makassar setelah lawatannya di Australia.
Dia melanjutkan, selama ini hubungannya dengan Kadis Pendidikan cukup baik. Komunikasi juga berjalan lancar sekalipun Kadis Pendidikan berada di Australia.
Kendati demikian, kata Abdul Halim, dirinya belum pernah sama sekali menyinggung persoalan yang sedang ramai diperbincangkan tersebut.
“Saya SMS-an terus sama beliau. Rencananya, sepulang Pak Kadis dari Australia, kami memang mau bersilaturahmi, ” pungkasnya. (rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top