Bisnis

TMMIN Tingkatkan Komponen DN

JAKARTA, BKM — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tengah meningkatkan komponen dalam negeri (DN) dan mulai mengurangi bahan baku impor komponen kendaraan dalam proses produksi kendaraan di Indonesia.
Hal itu dilakukan guna meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) selain mendukung industri di Indonesia. Salah satu caranya, bekerja sama industri petrokimia dalam negeri, yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) yang mampu menghasilkan resin polypropylene impact copolymer (termo-plastik) untuk diaplikasikan pada komponen kendaraan.
Presiden Direktur TMMIN, Masahiro Nonami, mengatakan, industri otomotif memiliki peran penting dalam mendorong perekonomian suatu negara. ”Di Indonesia, kami terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dengan produk kendaraan berkualitas dan harga bersaing. Sekaligus makin meningkatkan daya saing kami agar mampu meningkatkan volume ekspor,” tuturnya, Kamis (9/2).
Oleh karena itu, menurut Nonami, langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mencapai beberapa target tersebut, antara lain peningkatan produktivitas, efisiensi logistik, dan penggunaan material lokal.
Dalam hal ini, lanjut Nonami, pihaknya memberikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang tengah aktif menciptakan iklim usaha kondusif serta meningkatkan pembangunan infrastruktur.
Nonami mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan komponen lokal dari bahan baku yang diproduksi industri dalam negeri, seperti material resin lain (PP-3 dan TSOP), karet sintetis dan aluminium.
Presiden Direktur CAP Erwin Ciputra mengatakan, kerjasama dengan Toyota Indonesia merupakan lahan pemasaran baru guna mengikuti perkembangan industri otomotif saat ini. CAP berharap nantinya dapat memasok kebutuhan polypropylene impact copolymer sejumlah 25 ribu ton per tahun untuk 500.000 unit mobil, dengan pemakaian rata-rata 50 kilogram per unit.
Sementara itu, kapasitas pabrik polypropylene CAP saat ini sebanyak 480 ribu ton per tahun dan masih akan ditingkatkan lagi menjadi 580 ribu ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan. Ini untuk memasok kebutuhan industri plastik di Indonesia.
Berdasarkan data Kemenperin, pada tahun 2016 industri otomotif Indonesia menempati posisi kedua di wilayah ASEAN dengan kapasitas produksi kendaraan 1,18 juta unit per tahun. Angka tersebut masih kalah dibandingkan Thailand yang menduduki posisi pertama dengan kapasitas produksi 1,9 juta unit per tahun. (*mir)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top