Hijrah ke Makassar, Paman Biayai Sekolah hingga Kuliah – Berita Kota Makassar
Headline

Hijrah ke Makassar, Paman Biayai Sekolah hingga Kuliah

BKM/ARIF QADRI DIBIAYAI - Selama sekolah dan kuliah di Makassar, Ajawati dibiayai oleh pamannya.

Semasa kecil, Dra, Hj Ajawati termasuk anak rumahan. Ia jarang keluar rumah. Tapi siapa sangka, saat diajak pamannya tinggal di Makassar, Ajawati pun mengiyakan.

Laporan: Arif Al Qadri

Ajawati menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Di kampung ia tinggal bersama orang tuanya. Mereka kala itu termasuk keluarga mampu. Kendati demikian, mereka tetap dididik hidup sederhana.
Saat lulus SMP tahun 1977, pamannya yang bekerja sebagai guru di Makassar datang ke kampung. Ia mengajak Ajawati melanjutkan pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Gayung bersambut. Ajawati mengiyakan ajakan pamannya. Apalagi, profesi guru adalah cita-citanya.
Sebagai gadis kampung yang hijrah ke Makassar, tentu sempat membuat Ajawati minder. Namun, pamannya terus memberinya support. Saat itu pamannya sudah menganggap Ajawati sebagai anaknya. Apalagi sang paman belum menikah.
“Alhamdulillah saya diterima di SPG di Jurusan Pendidikan Dasar,” kata Ajawati singkat. Ia mulai menempuh pendidikan di SPG tahun 1978 dan selesai tahun 1981.
Setamat SPG, Ajawati sebenarnya ingin langsung mengajar. Selain tidak ingin membebani orang tua dan pamannya, ia juga ingin mencari pengalaman. Namun, pamannya meminta dirinya melanjutkan kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Makassar (sekarang UNM). Apalagi prestasi Ajawati cukup gemilang saat di SPG
“Sayapun diterima di Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan IKIP Makassar. Namun, tahun 1985 ada tawaran untuk menjadi guru,” katanya.
Mendapat tawaran itu, Ajawati pun menyambutnya. Ia pun menjadi guru sejak tahun 1985 sambil menyelesaikan pendidikannya. Sekolah tempat pertama kali ia mengajar adalah SD Inpres Ballang Bodong. Di sekolah ini ia mengajar hingga tahun 1999.
“Dari SD Inpres Ballang Bodong, saya lalu dipindahkan menjadi kepala sekolah di SD Maccini dari tahun 1999 hingga 2016. Pengalaman itu menjadi modal yang sangat berharga untuk memimpin SD Unggulan Monginsidi 1 Makassar,” katanya.
Sejak ia memimpin SD Unggulan Monginsidi 1, wanita kelahiran 1963 ini tak ingin redup. Berbagai upaya ia lakukan untuk mengangkat prestasi sekolah tersebut.
“Bekerja dengan profesional dan ikhlas adalah kunci kesuksesan bagi saya. Saat ini saya hanya ingin menjadikan sekolah berprestasi dengan siswa siswi yang cerdas untuk masa depan bangsa khususnya Kota Makassar,” ujarnya.
Menciptakan sekolah dengan segudang prestasi dan menjadikan lingkungan sekolah bersih, nyaman dan sehat telah sukses dilakukan Ajawati.
Ia yakin dengan lingkungan yang nyaman, maka proses berpikir dan berkreasi akan makin baik. Untuk mendukung proses kreatifitas tersebut, Ajawati pun menyiapkan sebuah ruangan yang cukup luas di lantai II.
“Saya lebih banyak berada di ruangan ini untuk berpikir dalam menciptakan inovasi baru. Guru-guru pun saya ajak ke sini untuk sama-sama berpikir,” kunci Ajawati. (arf)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top