Metro

BPBD: Kerugian dari Bencana Capai Miliaran

MAKASSAR, BKM — Provinsi Sulsel termasuk daerah yang rawan bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan abrasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel mencatat kerugian yang cukup besar akibat berbagai bencana yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar, mengungkapkan, dampak kejadian bencana selama tahun 2006 lalu mengakibatkan sebanyak 25 orang meninggal, dua orang sakit, dan 1.258 orang harus mengungsi dari tempat tinggalnya.
Sementara kerusakan yang terjadi berdasarkan data BPBD adalah terjadi kerusakan 11 fasilitas umum, kerusakan areal persawahan seluas 51.645 hektare dan 3.386 hektare.
“Jika dikalkulasi, kerugian yang dialami akibat bencana mencapai miliaran rupiah, ” ungkapnya.
Samsibar menegaskan, sesuai protap, pihaknya selalu mengambil langkah-langkah strategis dan melaksanakan program dalam menanggulangi bencana.
Diantaranya mengaktifkan posko siaga dan tanggap darurat bencana tingkat provinsi dan kabupaten/kota, ketersediaan logpal dan personil TRC, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Pendistribusian logpal ke 24 kabupaten/kota berupa lauk pauk, selimut, sandang, kids ware, family kits, matras, dan lainnya.
“Kami juga membentuk desa tangguh bencana di Wajo, Lutim, Barru dan Maros, serta membentuk sekolah madrasah aman bencana di Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Selain itu, Dinas BPBD Sulsel juga melakukan perbaikan pasca bencana, dengan merekonstruksi jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana. Ada lima daerah yang akan dilakukan perbaikan tahun ini, antara lain Kabupaten Takalar, Jeneponto, Sinjai, Tana Toraja, dan Kota Palopo.
“Intinya, pada tahun ini yang menjadi program kami adalah pencegahan dan kesiapsiagaan, kedaruratan dan logistik, serta rehabilitasi dan rekonstruksi,” tegasnya.
Sementara itu, pengurangan dampak bencana dilakukan melalui empat program. Pertama, penguatan kapasitas sumber daya BPBD Provinsi dan kabupaten/kota melalui ketersediaan peralatan, logistik dan ketersediaan personil.
“Ketersediaan peralatan kita meliputi tenda, mobil rescue, motor trail, perahu karet, dan alat komunikasi. Sedangkan dalam ketersediaan logistik meliputi lauk pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, dan sandang. Personil kita juga siap,” kata Syamsibar, di KantoR Gubernur Sulsel, Jumat (10/2).(rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top