Gojentakmapan

Adnan: Tak Ada Pungli di Gowa

BKM/SAR BERSIH PUNGLI -- Salah satu pelayanan di loket PBB dan BPHTB di kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Gowa. Pelayanan di kantor ini pun diharapkan bebas dari Pungli.

GOWA, BKM — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menegaskan agar di daerah Gowa yang dipimpinnya saat ini tidak boleh ada aksi pungli. Apapun bentuknya. Hal itu ditegaskan Adnan di hadapan para Aparatur Sipil Negara (ASN) saat berlangsung sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Kamis siang (9/2) di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa.
Dikatakan, komitmen pemerintah kabupaten di bawah kepemimpinannya bersama H Abd Rauf Malaganni sebagai bupati dan wakil bupati, Saber Pungli tidak akan setengah-setengah.
”Tak ada Pungli apapun di Gowa. Kita ini dituntut untuk mengakselerasi pencapaian tujuan pelayanan publik. Yaitu mewujudkan batasan dan hubungan yang jelas tentang hak, tanggung jawab, kewajiban, dan kewenangan, mewujudkan sistem pelayanan publik yang layak sesuai asas umum pemerintahan, terpenuhinya penyelenggaraan pelayanan publik sesuai peraturan dan terwujudnya perlindungan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” kata bupati.
Dikatakan bupati, Pemkab Gowa sendiri telah memiliki regulasi dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2004 tentang transparansi penyelenggaraan pemerintah Kabupaten Gowa. Bahkan, dengan Surat Keputusan Bupati Gowa baru-baru ini tentang terbentuk Satgas Pungli Kabupaten Gowa dengan melibatkan unsur Polres Gowa, Dandim 1409 Gowa, kejaksaan negeri Sungguminasa, dan pengadilan negeri.
Komitmen yang sudah diperlihatkan sejak dulu, bahkan dihargai dengan penghargaan pengelolaan keuangan daerah. Hasilnya, Gowa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut turut.
Pungutan liar merupakan kegiatan memungut atau meminta biaya secara paksa kepada pihak lain adalah praktik kejahatan atau perbuatan pidana. ”Saya mengingatkan kepada para pimpinan SKPD, para camat, kepala desa, dan lurah agar selalu berhati-hati dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diamanahkan. Tim Saber Pungli sudah terbentuk dan telah menjalankan tugasnya akan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Pelaku Pungli dapat merusak tatanan pemerintahan, keluarga, dan karier,” tandas bupati.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Sosialisasi Saber Pungli, Ismail Majid, menjelaskan, Pungli telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Karena itu, perlu dilakukan upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif dan menimbulkan efek jera.
Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat diketahui apa yang boleh dan tidak boleh dikerjakan terkait pungutan liar. Seluruh ASN berkomitmen bersama untuk mewujudkan tidak ada lagi Pungli di daerah Gowa. (sar/mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top