Suami Istri Dalang Begal Diringkus saat Tidur – Berita Kota Makassar
Headline

Suami Istri Dalang Begal Diringkus saat Tidur

MAKASSAR, BKM — Tengah malam di Jalan Barombong, Desa Ujung Kassi, Kabupaten Gowa. Sebentar lagi hari berganti, dari Rabu (8/2) ke Kamis (9/2). Suasana begitu sepi.
Beberapa orang terlihat berada tak jauh dari sebuah rumah. Mereka adalah tim Resmob Polsek Rappocini. Tim Unit Reskrim Polsek Rappocini yang dipimpin Panit 2, Ipda Nurthajayana ini tengah memburu begal yang kerap beraksi di Kota Makassar.
Di dalam rumah yang dikepung itu tinggal pasangan suami istri (pasutri). Saat digerebek, keduanya sedang tertidur pulas. Tak ada perlawanan yang dilakukan saat diciduk. Polisi kemudian membawanya ke Mapolsek Rappocini untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Jarum jam sudah menunjuk pukul 01.30 Wita, Kamis (9/2). Pasutri yang digiring ke kantor polisi itupun diinterogasi. Mereka adalah Muhammad Refangga alias Angga (24), warga Jalan Barombong, Desa Ujung Kassi. Sementara istrinya, Ayu Lestari alias Ayu (18) beralamat di Jalan Faisal 14 Lorong 7 nomor 11.
Belakangan diketahui, keduanya dikenal sebagai ‘raja dan ratu’ begal. Sejauh ini mereka telah mendalangi aksi begal di berbagai titik dalam Kota Makassar.
Mereka mengakui perbuatannya saat diperiksa polisi. ”Betul, Pak. Kami suami istri,” ujar Angga yang diiyakan Ayu.
Dia kemudian menyebut lokasi yang pernah ditempati beraksi. Diantaranya di Jalan Landak Baru pada hari Minggu (15/1) pukul 06.30 Wita.
Dua orang perempuan yang tengah berboncengan mengendarai sepeda motor dicegat lalu diancam pakai badik, parang dan pisau. Angga dan Ayu beraksi bersama enam orang rekannya yang lain dan masih buron.
Saat itu, kawanan begal ini berhasil merampas barang berharga milik korban. Yakni tiga tas yang berisi lima HP. Masing-masing Iphone 5 warna silver, Iphone 4 warna silver, dua unit HP Samsung lipat, satu HP Samsung senter dan uang tunai Rp400 ribu.
”Saya delapan orang waktu itu. Saya berboncengan dengan istriku menggunakan motor Spin warna hitam biru,” akunya.
Panit 2 Polsek Rappocini Ipda Nurthajayana, mengatakan pasangan suami istri ini masih menjalani pemeriksaan. ”Enam orang rekannya sudah diketahui identitasnya dan sudah teridentifikasi. Semuanya berbocengan menggunakan motor,” ujarnya, kemarin.
Iptu Nurthajayana kemudian merinci tentang pelaku lainnya. Saat beraksi, IH berboncengan dengan AL menggunakan sepeda motor Honda Beat warna oranye. NS berboncengan dengan IK mengendarai motor Mio Sporty warna putih. Lalu AN berboncengan CP memakai Suzuki Nex warna hitam.
”Ketika beraksi, Angga membawa badik. Sedangkan rekannya AN membawa parang stainless. NS membawa pisau stainless. Setelah melakukan aksinya, para pelaku kemudian bertemu di Jalan Tupai dan bersama-sama melihat barang hasil kejahatannya,” jelas Nurthajayana.
Lokasi lain yang ditempati suami ini beraksi, yakni di Jalan Veteran, dekat bundaran Pa’baeng-baeng. Ketika itu bulan Mei 2016. Mereka berhasil merampas HP Mito Android warna hitam. Keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Suzuki Spin warna hitam biru.
Bersama rekannya berinisial IM, NS, AL, IB dan AN, pasutri ini juga melakukan begal di Jalan Sultan Hasanuddin, depan Monumen Mandala Makassar. Kala itu bulan Juni 2016. HP Advan android milik korban berhasil dibawa kabur.
Aksi selanjutnya pada bulan April 2016 di Jalan Kakatua, dekat Asrama Mattoangin Makassar. HP Samsung lipat milik korban berhasil dibawa kabur.
Lalu di bulan Oktober 2016. Pelaku beraksi di Jalan Cendrawasih, dekat Pasar Senggol. HP Samsung J2 warna hitam milik korban diambil paksa oleh pelaku.
Pada bulan yang sama, aksinya di Jalan Daeng Tata, dekat tempat biliar. Tersangka merampas HP Samsung Android warna hitam. Pada semua aksinya, suami istri ini mengendarai sepeda motor Suzuki Spin warna hitam biru.
Pada bulan November 2016, mereka beraksi lagi di Jalan Monginsidi Lama Makassar. Bulan Desember aksinya di Jalan Sultan Alauddin. Yang diambil dari korban adalah handphone.
”Kalau aksi terakhir, tersangka Angga melakukannya seorang diri tanpa melibatkan istrinya. Ia menggunakan sepeda motor Suzuki Spin warna hitam biru. Kasusnya masih kita kembangkan. Enam rekannya yang lain masih dalam pengejaran. Kemungkinan masih ada lokasi lain yang mereka tempati beraksi. Semuanya akan terungkap setelah enam rekannya telah kami tangkap,” kata Iptu Nurthajayana. (ish/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top