Berita Kota Makassar | Ratusan Petepete tak Layak Beroperasi
Metro

Ratusan Petepete tak Layak Beroperasi

MAKASSAR, BKM–Dinas Perhubungan Kota Makassar menyebutkan ada sekitar 613 angkutan kota jenis petepete dalam kondisi tidak layak. Saat ini ada 3.500 petepete yang beroperasi dari 4.133 petepete yang terdata.

Mereka beroperasi setiap harinya untuk 14 trayek dan 17 jalur yang ditentukan pihak Dishub Makassar. Dishub juga melakukan pengujian kendaraan bermotor (KIR), setiap enam bulan sekali.
“Akhir 2016, Dishub telah melakukan uji kelayakan, ada 3.500 angkutan yang layak beroperasi, dari 4.113. Jumlah ini bisa saja bertambah dan bisa saja berkurang, setelah mereka melakukan perbaikan. Kita juga mendata sopir petepete, plat nomor petepete dan siapa penanggung jawabnya, ” jelas Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Mario Said, saat dihubungi BKM, Kamis (9/2).
Mario menambahkan, setiap saat melakukan operasi gabungan bekerjasama dengan kepolisian dari satuan lalu lintas. Ini dilakukan untuk memeriksa masa berlaku kelengkapan dan masa berlaku KIR.
“Berkoordinasi dengan satlantas, menggelar razia gabungan dengan target menindak kendaraan tidak layak jalan. Seperti surat kendaraan sudah habis, melakukan pelanggaran, dan KIR yang sudah habis. Selain itu, pengemudi tidak membawa surat kendaraan yang lengkap serta mengangkut kelebihan muatan,” katanya.
Para pelanggar, ujar Mario, akan disidangkan di pengadilan dengan persaratan, mereka segera memperbaharui kelaikan jalan dan lulus tim pengujian KIR yang dilakukan Dishub.
Lebih jauh, kata mantan Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Makassar ini, usaha petepete sekarang ini memang tidak seperti dulu karena semakin sepi penumpang seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih menggunakan angkutan lain dan sepeda motor.
Makanya, kata dia, pengusaha petepete memang berada dalam kondisi antara hidup dan mati sehingga secara tidak langsung berpengaruh dengan kelayakan armada petepete yang dioperasikan.
Menurutnya, ketidaklayakan armada salah satunya dilihat dari usia kendaraan yang sudah tua, kondisi ban gundul dan kendaraan sudah karatan. Untuk itu, harus ada upaya peremajaan armada yang dilakukan pengusaha petepete.
Hal senada dikatakan, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Dishub Kota Makassar, Asiz Sila.
Kata dia, operasi uji kelayakan yang digelar Dishub Kota Makassar bukan hanya dalam terminal saja, namun di beberapa titik ruas jalan dengan menyasar kendaraan angkutan umum yang tidak layak beroperasi.
“Kita sudah rutin lakukan operasi uji kelayakan untuk angkutan umum yakni angkutan petepete dan angkutan barang atau mobil pengangkut barang. Mereka yang terjaring diberikan teguran tertulis untuk tidak beroprasi,” katanya.
Dia juga menilai petepete sebagai kendaraan angkutan yang cukup banyak tidak layak beroprasi. Hanya saja, ketika telah diberikan teguran tertulis, pemilik atau pengusaha petepete langsung melakukan perbaikan kondisi fisik ataupun mesin kendaraan hingga kembali layak jalan.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Gani Sirman mengaku masih perlu mendalami tingginya polusi di Kota Makassar yang disebabkan dari sektor transportasi. Dia hanya menyebut, tingkat polusi di Kota Makassar saat ini tidaklah buruk namun tetap diketahui penyumbang terbesar polusi yang ada.
“Minggu depan kita mulai bergerak, pasti kita bergerak,” singkatnya.
Adapun data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel, jumlah kendaraan yang terdata hingga 31 Desember 2016, khusus di Kota Makassar sebanyak 288.145 unit untuk rodak empat. Sementara roda dua sebanyak 1.045.464 untuk. Total kendaraan secara keseluruh di Kota Makassar sebanyak 1.333.609 unit. Untuk di seluruh wilayah Sulsel, total jumlah kendaraan sebanyak 514.881 unit untuk roda empat dan 2.925.131 unit untuk roda dua. Total kendaraan yang tercatat di Sulsel sebanyak 3.440.012 unit.
Untuk kendaraan yang mengaspal di Kota Makassar khususnya dan Sulsel umumnya, diperkirakan lebih besar lagi dari unit kendaraan yang terdata di Bapeda. Pasalnya, cukup banyak juga kendaraan dengan nomor polisi di luar Sulawesi Selatan yang mengaspal di daerah ini. Kendaraan dengan kode pelat seperti B, KT dan kode wilayah lainnya sering terlihat lalu lalang di jalanan yang masuk dalam wilayah Sulsel. (arf-jun)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top