Murid Kumpul Sampah Hingga Saldo Rp10 Juta – Berita Kota Makassar
Headline

Murid Kumpul Sampah Hingga Saldo Rp10 Juta

BKM/ARIF ALQADRI Dra Hj Ajawati

MAJU dan berkembangnya suatu daerah ditentukan oleh tingkat kualitas pendidikan. Menciptakan inovasi menjadi pondasi utama sekaligus penentu masa depan.

Laporan: Arif Alqadri

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) Unggulan Monginsidi 1 terletak di Jalan Monginsidi, Makassar. Menginjakkan kaki di sekolah ini, suasana sejuk langsung terasa.
Pepohonan tumbuh rindang dan terpelihara dengan baik. Pot bunga terpajang di mana-mana. Fasilitas yang ada, mulai dari ruang kelas hingga kamar kecil terjaga kebersihannya.
Suasana tersebut tercipta dari kepemimpinan kepala sekolah Dra Hj Ajawati. Ia tahu betul apa yang harus dilakukannya.
Sebelum menjabat sebagai kepsek di SDN Unggulan 1 Monginsidi, Hj Ajawati sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala SD Inpres Meccini. Amanah itu diembannya antara rentang waktu 1999 hingga Maret 2016.
Hj Ajawati lahir di Jeneponto, 23 September 1961. Sejak memimpin SDN Unggulan Monginsidi, April 2016 lalu, ia fokus melaksanakan program yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Makassar. Pengalamannya menjadi kepsek dalam tempo yang cukup lama, menjadi bekal Ajawati untuk mengantarkan sekolah ini dan murid-muridnya meraih prestasi.
Alhasil, berbagai prestasi telah diukir pelajar SDN Unggulan Monginsidi 1. Sebut saja juara II pada turnamen karate Cup IX 2017 di Bali untuk kelas pra pemula putra. Kemudian juara terbaik II marching band tingkat kabupaten/kota pelajar dan umum.
Juga meraih piala bergilir penggalang SD TOSC 2017. Juara favorit II Lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Hari Kesehatan Nasional ke-52 Dinas Kesehatan Makassar pada 2016 lalu.
Pencapaian lainnya, Ajawati berhasil mengantarkan SDN Unggulan Monginsidi 1 sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Kota Makassar. Kini, target yang ingin dicapai adalah menjadi sekolah Adiwiyata tingkat provinsi hingga nasional.
Menata lingkungan sekolah menjadi asri, bersih dan apik menjadi ahrapan dapat meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Hal tersebtu tidak dapat terwujud tanpa ada dukungan warga sekolah, yakni guru dan murid serta para orang tua.
Untuk meningkatkan kesadaran warga sekolah, dirinya terlebih dulu harus mengubah pola pikir seluruh warga di dalam sekolah. Terutama tentang pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar menjadi lebih baik.
“Saya akan terus bergerak menjadikan sekolah ini agar lebih berprestasi. Untuk impian itu, harus tetap mengacu pada 18 program yang telah dicanangkan pemerintah kota. Juga mengharapkan partisipasi warga di sekolah, khususnya guru,” tutur Hj Ajawati.
Dari 18 program yang telah dicanangkan pemerintah kota untuk dijalankan setiap sekolah di Kota Makassar, dirinya telah membentuk bank sampah. Ia menerapkan sistem, murid di setiap wajib memiliki rekening bank sampah dengan mengumpulkan sampah-sampah plastik untuk ditukar. Kehadiran program tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menjaga kebersihan.
“Saat ini kita sudah memiliki saldo sebesar Rp10 juta dari hasil sampah yang telah ditimbang. Kita punya 12 kelas. Semua kelas memiliki rekening bank sampah. Sampah biasanya ditimbang dua kali seminggu. Setiap hari Jumat dan Sabtu. Sekali menimbang kita biasa mendapat Rp300 ribu sampai Rp500 ribu,” terang istri Andi Muhammad Nasrul ini.
Biasanya, murid membawa sampah plastik dari rumahnya. Kemudian dikumpulkan di masing-masing kelas. Selanjutnya ditimbang. Pihak sekolah memang sudah menyiapkan timbangan untuk sampah yang terkumpul.
Dua minggu sekali pihak sekolah menelepon pihak LSM untuk menjemput sampah-sampah yang terkumpul. Kemudian disetor ke bank sampah pusat. (*/rus)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top