Gojentakmapan

Kepala Pasar Dituding KKN dan Jual Beli Kios

BKM/KR KULLE TERIMA ASPIRASI -- Anggota Komisi II DPRD Jeneponto, Hanapi Sewang saat menerima aspirasi sejumlah warga. Mereka memprotes pembagian kios di Pasar Induk Turatea Jeneponto.

JENEPONTO, BKM — Puluhan pedagang Pasar Induk Turatea Jeneponto melakukan aksi demonstrasi. Mereka mendatangi kantor DPRD Jeneponto dengan membawa poster. Mereka meminta kepada bupati Jeneponto agar Kepala Pasar, Asuransi Daeng Situju, dicopot.
Karena ia melakukan jual beli kios dan unsur KKN. Dimana, anak, isteri, ponakan, dan oknum LSM yang diberi kios. Sedangkan mereka itu tidak berhak. Karena bukan pedagang pasar.
”Makanya kami dikorbankan sebagai pedagang pasar asli terabaikan,” teriak Koordinator Aksi, Jumakri Nagga. Mereka diterima anggota DPRD Jeneponto, Hanapi Sewang dan Kaharuddin di ruang aspirasi kantor DPRD Jeneponto, Kamis (9/2).
Jumakri mengatakan, aparat penegak hukum baik polisi maupun kejaksaan, perlu pula melakukan pengusutan terhadap H Lompo alias Bakkang. Karena ia telah menjual kiosnya sebesar Rp80 juta dan sekarang mendapat kios lagi atas nama H Bakkang.
”Kami mencurigai ada kongkalikong antara H Bakkang dengan Kepala Pasar, Asuransi Daeng Situju. Bukti KKN Kepala Pasar, Asuransi Daeng Situju atas nama isteri, anak, menantu, saudara kandung, sepupu, dan lainnya mendapat kios. Tapi bukan pedagang, yakni atas nama Jumraeni Daeng Intang, Junaedah Dg Lebang, Maha Daeng Tarring, Abd Rauf Daeng Ngitung, dan Sudirman Hakim. Ini yang perlu ditertibkan untuk menghindari gejolak dan menjaga keamanan pasar,” jelas Jumakri.
Hal ini ditimpali pedagang pasar yang mengaku bernama Astiti. Dikatakan, Daeng Rannu membayar Rp10 juta kepada Asuransi Daeng Situju ada buktinya. Padahal, ia hanya penjual sayur tapi kenapa ia mendapat kios.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jeneponto, Harmawi, didampingi Sekretaris Bapenda, Hamzah Nuntung, mengatakan, sebetulnya jumlah kios 155 unit dengan pedagang pasar yang belum tertampung sudah melebihi dari cukup.
”Jika sekiranya dibagi dengan adil tidak ada unsur KKN dan lainnya. Makanya, dalam waktu dekat saya akan amputasi kepala pasar Asuransi Daeng Situju atau memberhentikan agar nantinya ketahuan boroknya. Karena akan disusun kembali atau dilakukan penertiban pembagian ulang kios,” jelas Harmawi.
Anggota DPRD Jeneponto, Hanapi Sewang bersama Kaharuddin, mengatakan, hak pedagang pasar yang tidak terakomodasi di dalam pasar. Padahal mereka punya hak di dalamnya.
”Jadi mereka melakukan aksi unjukrasa, kita maklum sebagai bentuk kekecewaan kepada Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Makanya kami akan panggil atau melakukan hearing dengan kepala Bapenda dan terutama kepala pasar Asuransi Daeng Situju yang banyak dituding biang kerok kisruhnya pembagian kios pasar,” jelas Hanapi Sewang.
Kepala Pasar Induk Turatea, Asuransi Daeng Situju, mengatakan, tudingan miring kepada dirinya itu tidak benar. ”Tolong tunjukkan siapa orang yang saya mintai uang. Dan tolong tunjukkan siapa pedagang pasar asli yang tidak terakomodir. Semuanya sudah terakomodir. Hanya segelintir orang yang kecewa yang ingin mengganti saya,” jelas Asuransi Daeng Situju. (krk/mir/b)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top