Terima Gadai HP, Malah Dituduh Mencuri – Berita Kota Makassar
Headline

Terima Gadai HP, Malah Dituduh Mencuri

MAKASSAR, BKM — Malang nan memilukan nasib Abdul Salam (35). Ia dituduh melakoni perbuatan yang tak pernah dilakukannya. Hingga akhirnya menjadi bulan-bulanan massa.
Bermula ketika Abdul Salam mendatangi rumah Ida (28) yang mengaku kehilangan sebuah handphone (HP). Salam kemudian memperlihatkan kepada Ida sebuah HP merek Lenovo. HP tersebut sebelumnya digadai oleh Iwan (25) kepada Salam.
Ternyata benar, HP itu milik Ida. Pertanyaan kemudian meluncur dari mulut Ida. Salam ditanya dari mana mendapatkan HP tersebut. Dijawab Salam dengan mengatakan dia peroleh dari Iwan.
”Iwan datang ke saya pada hari Sabtu (4/2). Dia bawa HP. Katanya butuh sekali uang. HP itu kemudian digadaikan ke saya,” kata Abdul Salam.
Rumah Ida yang terletak di Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, langsung ramai sesaat setelah ada pengakuan Salam. Seorang anggota TNI bernama Praka Sultan langsung menemui keduanya.
Kepada Praka Sultan, Salam menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Meski begitu, Praka Sultan tetap ngotot membawa Abdul Salam ke markas Koramil 02.
Kedua tangan Salam diikat dengan tali. Di perjalanan, ia nekat melompat dari atas kendaraan yang membawanya. Seketika itu juga Praka Sultan langsung berteriak, ”Pencuri….”
Teriakan itu mengundang perhatian warga. Apes. Abdul Salam tertangkap warga. Diapun jadi bulan-bulanan. Bahkan mendapat luka tikaman pada bagian jarinya. Kejadian berlangsung Selasa (7/2) pukul 18.00 Wita.
Tidak lama berselang, Kapolsek Tallo Kompol Tamba Hamid yang menerima informasi kejadian ini, tiba di lokasi. Ia kemudian berusaha mengevakuasi Abdul Salam dari kepungan warga. Massa yang terlanjur beringas menyasar kapolsek dengan serangan menggunakan paving block.
Aksi main hakim sendiri ini berhasil diredam ketika puluhan personel Polsek Tallo tiba di lokasi. Ratusan warga yang melihat kedatangan polisi langsung berlarian membubarkan diri. Abdul Salam akhirnya berhasil dievakuasi.
Karena kondisinya yang babak belur, terlebih dahulu ia dibawa ke RS Bhayangkara guna mendapat perawatan medis. Setelah membaik, ia menjalani pemeriksaan, Rabu (8/2).
Kepada polisi, Abdul Salam menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya.
”Saya dituding mencuri HP milik perempuan bernama Ida. Dia mengaku HP merek Lenovo miliknya hilang. Kebetulan ada HP yang digadai Iwan ke saya merek Lenovo. Saya kasih uang ke Iwan Rp200 ribu. Ida mengaku HP itu miliknya,” terang Salam.
Tidak lama datang seorang anggota TNI ke rumah Ida. Entah siapa yang menyampaikannya.
”Saya langsung dibawa ke kantor koramil. Kedua tanganku diikat. Anggota TNI itu yang membonceng. Saat di atas motor, saya dipaksa mengaku mencuri HP itu. Tapi saya tidak mau, karena tidak pernah melakukannya. Saya juga diancam. Kuku saya akan dicabut setibanya kantor koramil,” beber Abdul Salam.
Mendengar ancaman itu, Abdul Salam cemas dan ketakutan. Dia kemudian berbuat nekat. Dengan kedua tangan terikat, ia melompat dari atas motor dan berusaha kabur.
”Warga kemudian menghakimi saya, karena diteriaki pencuri. Bahkan saya disebut menikam anggota TNI. Katanya saya melompat dari atas motor lalu menikamnya. Bagaimana caranya saya menikam, sementara kedua tangan saya terikat tali, Pak,” cetusnya.
Kapolsek Tallo Kompol Tamba Hamid berjanji menindaklanjuti kasus ini. Pihaknya akan memanggil Ida dan Iwan.
”Dua orang ini akan kita panggil. Karena lantaran keduanya Abdul Salam jadi sasaran amukan massa. Saya juga sudah berkoordinasi dengan anggota TNI tersebut. Ia minta masalah ini tidak dibesar-besarkan. Kami akan menyelesaikanmasalah ini secara musyawarah. Iwan masih kita kejar, karena kabur ke Jeneponto,”jelas Kapolsek. (ish/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top