Menara Al Markas akan Dipotong 30 Meter – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Menara Al Markas akan Dipotong 30 Meter

MAROS, BKM — Cuaca ekstrem di Kabupaten Maros tidak hanya menumbangkan pohon, tapi juga membuat miring menara Masjid Al Markas Maros. Menara Masjid Al Markas ini diketahui mengalami kemiringan pada Selasa (7/2) pagi.
Kemiringan menara ini agak unik, karena pondasi dan puncak menara tetap berdiri kokoh. Namun bagian tengahnya meliuk dan mengalami kemiringan sampai 10 derajat. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Maros, Alfian Amri, memastikan, penyebab dari miringnya bagian tengah menara ini adalah angin kencang yang terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.
Alfian mengatakan, dirinya menerima laporan kemiringan menara mesjid pada Selasa (7/2) pagi. Selanjutnya ia ke kantor Badan Meteorologi dan Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Maros. Menurut pihak BMKG Maros, kata Alfian, kecepatan angin pada pukul 04.00 subuh tersebut mencapai 49,9 knot melanda kota Maros. Dan dipastikan, miringnya bagian tengah menara Masjid Al Markas karena dihantam angin.
”Setelah kita koordinasi dengan pihak kepolisian, kami akan memotong menara ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena menurut BMKG angin kencang masih akan terjadi di Kabupaten Maros. Sehingga untuk mengantisipasi hal buruk terjadi, maka akan kita potong menggunakan crane setinggi 60 meter,” bebernya.
Pihak Dinas PU akan memotong sepanjang 30 meter bagian tengah dari menara tersebut. Menara ini sendiri memiliki tinggi 60 meter dengan diameter pondasi 12 meter, bagian tengah diameter 4 meter dan bagian puncak berbentuk kotak 7,4 meter.
Menara ini pada tahap pertama yakni 2016 menghabiskan anggaran sebesar Rp500 juta dan akan dilanjutkan pengerjaannya pada 2017 tahun ini. Sementara itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pihak kepolisian Maros menutup jalur Makassar- Maros dan memberlakukan jalur satu arah.
”Kita mengerahkan 6 sampai 7 orang personel untuk mengalihkan dan mengatur arus lalulintas,” ujar Kasatlantas Polres Maros, AKP Sahabuddin, ketika dihubungi Rabu kemarin.
Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman menginstruksikan langsung untuk melakukan perubohan menara Masjid Al Markas Maros yang mengalami kemiringan akibat terpaan angin kencang beberapa waktu lalu.
Saat melakukan pemantauan langsung di Al Markaz, pada Rabu (8/2), bupati Maros dua periode ini mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi bersama semua pihak dan akan secepatnya melakukan perubahan terhadap menara tersebut.
”Kita sudah saling koordinasi kepada seluruh pihak untuk persiapan perubohan. Kita tinggal tunggu waktu yang tepat dan melihat kondisi cuaca,” bebernya.
Hatta juga mengatakan, pemerintah akan kembali melakukan pembangunan menara masjid Al Markaz namun tidak lagi menggunakan material beton. ”Nanti kita akan melakukan perencanaan ulang lagi untuk pembangunan masjid ini. Nantinya kita akan menggunakan material baja saja. Kita sudah dapat pembelajaran jika menggunakan material beton,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, teknis perubahan menara tersebut dengan cara ditarik menggunakan alat berat. ”Nanti teknisnya akan kami lakukan pemotongan dari tengah terlebih dahulu lalu akan ditarik menggunakan alat berat crane,” tutup Hatta. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top