Metro

Di Rakorsus, Danny Evaluasi Kinerja 46 SKPD

MAKASSAR, BKM–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengevaluasi kinerja 46 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Salah satu yang dievaluasi Danny sapaan akrab wali kota yakni apa yang telah dilakukan SKPD dalam mendukung serta menjalankan program pemerintah kota yang ada seperti Badan Usaha Lorong (Bulo), Home Care, Pedestrian Bintang Lima, maupun Petepete Smart.
” Saya minta seluruh SKPD mempersentasekan tanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukan dalam mendukung serta menjalankan program pemerintah kota yang ada seperti Badan Usaha Lorong (Bulo), Home Care, Pedestrian Bintang Lima, maupun Petepete Smart. Termasuk menjadi bahan evaluasi kinerja SKPD dan perusda dalam capaian target yang telah ditentukan,” tegas Danny saat memberikan pembekalan dalam rapat koordinasi khusus (Rakorsus) tahun 2017 yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Hotel Four Point by Sheraton, Rabu (8/2) kemarin.
Rakorsus yang bertema Birokrasi Sombere dan Birokrasi Profesional ini turut dihadiri Kajati Sulsel, Hidayatullah, Ketua DPRD Sulsel, M Roem, Hermawan Kartajaya, Presiden MarkPlus and co, perusahaan konsultan managemen yang berbasis di Asia dan Dino Patti Djalal sebagai keynote speaker di rakorsus dan Kodam VII Wirabuana.
Selain mengevaluasi kinerja SKPD, Moh Ramdhan Pomanto juga memberikan pembekalan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan statistik serta membahas pembentukan Focus Group Discussion (FGD) yang akan dijalankan masing-masing SKPD Kota Makassar.
Danny berharap, SKPD mampu menjalankan dan menyukseskan setiap program yang telah dicanangkan pemerintah kota dalam menjadikan Makassar lebih baik. Potensi yang dimiliki setiap SKPD diharapkan dapat membantu menyukseskan beberapa program dan harapan menjadikan Makassar sebagai Smart City.
Sementara itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar melalui Sekretaris BKD Kota Makassar, Basri Rakhman mendukung program pemerintah kota dengan lebih memperbaiki administrasi kepegawaian di pemerintah kota. Apalagi sudah cukup banyak pegawai yang lambat dalam kenaikan pangkat disebabkan karena masalah administrasi kepegawaian.
“Banyak pegawai itu yang terlalu sibuk bekerja hingga lupa akan menyelesaikan administrasi kepegawaiannya hingga dia terlambat naik pangkat. Jadi disini kita akan lebih fokus memberikan pelayanan kepada pegawai dengan menyelesaikan administrasi,” katanya. (arf)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top