Headline

Waspadai Kecurangan di Undangan Pemilih

TAKALAR, BKM — Potensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan bupati (pilbup) Takalar, 15 Februari mendatang tetap terbuka. Baik yang dilakukan pasangan calon (paslon) bersama pendukungnya, maupun dari pihak penyelenggara.
Khusus potensi kecurangan yang dilakukan penyelenggara, diantaranya pada pendistribusian undangan untuk pemilih atau C6. Untuk itu, guna mengantisipasi adanya kecurangan, kedua pasangan calon, yakni Burhanuddin Baharuddin-Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) serta Syamsari Kitta-Ahmad Dg Se’re (SK-HD) mulai merapatkan barisan. Kedua paslon sangat mengkhawatirkan kalau undangan pemilih atau C6 gampang dijadikan sebagai alat kecurangan.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Tim Pemenangan pasangan Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga. Menurut dia, penyelenggara di level bawah berpotensi menyalahgunakan formulir C6 untuk kemenangan paslon tertentu dengan cara berkonspirasi. “Undangan panggilan pemilih ini yang sangat rawan. Jangan sampai banyak pemilih yang tidak menerima. Juga banyak penerima undangan merupakan warga yang tidak jelas,” ujar Fachruddin, Selasa (7/2).
Sekretaris Fraksi Gorkan DPRD Sulsel ini mengaku bahwa pihaknya tengah melakukan langkah antisipasi. Ia sangat berharap penyelenggara, khususnya di tingkat bawah bisa benar-benar menjaga integritasnya.
“Tim sudah memetakan TPS mana saja yang rawan. Kemudian dari situ akan ditempatkan pengawasan yang lebih,” jelas adik kandung Burhanuddin Baharuddin ini.
Kekhawatiran yang sama juga dilontarkan paslon nomor urut 2 SK-HD, sehingga mulai fokus untuk memaksimalkan tim advokasi. “Kepada seluruh warga yang tidak ada namanya di DPT, agar dapat melapor ke penyelenggara,” ujar Ahmad Dg Se’re.
Paslon usungan koalisi PKS, Nasdem dan PKB ini memberi contoh pada pileg 2014 lalu. Dimana ada penyelenggara tingkat bawah yang berproses akhir di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
“Kita berharap tidak ada lagi seperti itu. Mari kita sama-sama menciptakan pemilu yang bersih dan demokratis,” imbuhnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar, Jusalim Sammak menanggapi masalah tersebut hanya pada soal kesalahpahaman pemaknaan atas kekeliruan dalam penyebutan formulir C6.
“Nanti sebelum pemungutan suara, calon pemilih akan didatangi oleh petugas KPPS. Akan ada sehelai surat yang diberikan kepada semua pemilih. Namanya surat pemberitahuan formulir C6,” katanya.
Jussalim menambahkan, sering terjadi kesalahan di masyarakat yang menyebut formulir C6 dengan surat undangan. Kesalahan penyebutan itu menimbulkan keengganan di sebagian pemilih ketika di lapangan ditemui ada pemilih yang tidak mendapat formulir C6.
“Harus hati-hati memilih istilah. Yang diserahkan itu adalah surat pemberitahuan. Jadi kalau ada penduduk kita yang menjadi pemilih, belum dapat surat pemberitahun, dia punya hak untuk memilih dan datang ke TPS,” ujar Jusalim.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulsel kembali menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah bersama penyelenggara pilbup, Selasa (7/2). Rakor di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’ mang.
Rakor ini sebagai bentuk pemantapan persiapan pengawasan menjelang pilbup dengan seluruh stakeholder, baik penyelenggara maupun pemerintah provinsi dan daerah.
“Dari sisi persiapan semua sudah siap. Hanya saja saya meminta antisipasi ditingkatkan, supaya pemilih menggunakan hak pilihnya secara maksimal. Jangan sampai nanti pada hari pencoblosan banyak kendala yang muncul. Apalagi saat ini sedang musim hujan. Sesuatu hal yang tak diinginkan bisa saja terjadi. Olehnya itu, kita harapkan semua masalah yang akan muncul dapat kita hindari,” ujar Wagub.
Dalam kesempatan tersebut wagub menegaskan kesiapan Pemprov Sulsel memberikan bantuan kepada penyelenggara pilkada Takalar, manakala pihak penyenggara pilkada terdesak selama proses berlangsung.
“Kita siap memberikan bantuan jika ada sesuatu yang dibutuhkan hingga pilkada benar-benar tuntas. Kita harapkan para pasangan calon dapat berkompetisi dengan baik,” pinta Agus.
Bawaslu bersama Panwaslu Takalar menyatakan telah mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi kerawanan pilbup. Mulai dari alat kerja pengawasan, hingga pemetaan titik rawan. Dari tingkat kecamatan hingga tingkat desa/kelurahan.
“Pemetaan daerah rawan juga sudah dilakukan. Mudah-mudahan dalam rapat ini, kita perkuat komitmen agar pilkada Takalar berjalan aman dan damai,” kata Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Takalar, Andi Darmawan Bintang, menambahkan, selama bertugas di daerah ini selama tiga bulan terakhir, seluruh tugas sudah dilaksanakan dan berjalan lancar.
Menurut Darmawan, kondisi Kabupaten Takalar, meskipun ada dinamika, masih normal dalam daerah yang menggelar pilkada. Situasi juga masih bisa dikendalikan.
“Dukungan pembiayaan kepada KPU dan panwaslu sudah disiapkan. Sedangkan untuk pengamanan juga sudah dikoordinasikan,” ungkapnya.
Untuk rangkaian tahapan kampanye, kedua paslon bupati dan wakil bupati diberi kesempatan untuk menggelar kampanye akbar. Untuk paslon nomor urut 2 SK-HD, kampanye akbar digelar 9 Februari. Berlangsung di Kelurahan Panrannuangku, Kecamatan Polongbangkeng Utara.
Estimasi massa yang akan dikerahkan paslon SK-HD sebanyak 50 ribu orang. Mereka berasal dari berbagai penjuru kecamatan. “Kampanye akbar SK-HD di lapangan sepakbola Kelurahan Panrannuangku. Massa yang akan dikerahkan bisa saja mencapai 50 ribu massa. Kehadiran massa sebagai ajang unjuk kekuatan sebelum hari pencoblosan,” ujar protokoler SK-HD, Nurdin Sese, Selasa (7/2).
Ia menambahkan, selain 50 ribu massa yang siap unjuk kekuatan, elit partai pengusung dipastikan akan hadir dalam kampanye tersebut. “Ketua DPW Partai Nasdem, H Rusdi Masse dan Ketua DPW PKS H Mallarangan Tutu sudah dipastikan hadir beserta seluruh elit partai pengusung,” tandasnya.
Adapun kampanye akbar paslon nomor urut 1, Bur-Nojeng di lapangan sepakbola Larigau, Kecamatan Galesong 10 Februari nanti. “Massa yang akan hadir dalam kampanye akbar nanti maksimal 50 ribu hingga 60 ribu orang. Juga menghadirkan ketua umum partai pengusung. Termasuk Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto dan sejumlah anggota DPR RI,” jelas juru bicara Bur-Nojeng, Makmur Mustakim. (ira-rhm/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top