Berita Kota Makassar | Pohon Tumbang, Lalulintas Macet Empat Km
Gojentakmapan

Pohon Tumbang, Lalulintas Macet Empat Km

BKM/KR KULLE POHON TUMBANG -- Masyarakat dan polisi bahu membahu menyingkirkan pohon besar yang tumbang dan menghalangi arus lalulintas di jalan poros kota Jeneponto.

JENEPONTO, BKM — Hujan deras disertai angin kencang pada Selasa dinihari (7/2) telah membuat sebuah pohon besar di jalan raya kilometer (KM) 74 kota Jeneponto, tumbang. Batang pohon itu telah memutuskan kabel listrik dan telepon.
Bukan itu saja, batang pohon itu telah memacetkan arus lalulintas sepanjang empat kilometer. Pasalnya, saat tumbang pohon itu melintang di tengah jalan. Sehingga aparat dari Polres Jeneponto bersama warga bahu membahu menyingkirkan batang pohon itu.
”Awalnya saya kaget begitu mendengar ada suara dentuman keras. Setelah saya lihat, pohon besar tumbang. Kami bersama aparat kepolisian dari Polres Jeneponto, berusaha menyingkirkan batang pohon itu dengan cara memotong-motongnya menggunakan kapak dan gergaji mesin atau senso. Dibutuhkan waktu sekitar tiga jam atau mulai dari pukul 05.00 sampai 08.00 Wita baru pekerjaan tuntas. Akibatnya, arus lalulintas di jalan nasional jadi macet sepanjang empat kilometer, baik yang mau ke arah Makassar maupun dari arah sebaliknya,” jelas Kepala Lingkungan Ci’nong, Kelurahan Tonro Kassi, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Syafaruddin, kepada BKM di lokasi kejadian, Selasa (7/2).
Hal ini dibenarkan Kasatlantas Polres Jeneponto, AKB Ribi. Dikatakan, begitu ada laporan masuk, dirinya bersama anggota turun melihat pohon tumbang. ”Saya menyewa mesin senso milik warga. Untuk menyingkirkan pohon tumbang memakan waktu sekitar tiga jam lamanya baru bisa dilalui kendaraan dengan lancar. Tidak ada korban jiwa hanya sempat memacetkan arus lalulintas sekitar empat kilometer panjangnya,” jelas AKP Ribi.
Kasi Kedaruratan BPBD Jeneponto, Andi Burhanuddin Karaeng Sila, mengatakan, menghadapi cuaca ekstrim pihaknya dari Tim Tanggap Darurat Bencana Daerah (TTDBD) Jeneponto betul-betul kerja keras.
”Cobaan belum selesai satu, datang lagi laporan masuk bahwa ada pohon tumbang. Juga lokasinya berjauhan. Belum lagi laporan perahu tenggelam juga harus diberi bantuan. Tapi kita sudah siap bekerja dengan segala peralatan 1 kali 24 jam asalkan masyarakat mau bersabar. Jangan terburu-buru, karena kita juga manusia. Bukan robot,” jelas karaeng Sila sambil mengangkat ranting pohon yang sudah dipotong. (krk/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top