Pertamina Salurkan CSR – Berita Kota Makassar
Bisnis

Pertamina Salurkan CSR

IST RENOVASI -- Sejumlah murid MI Ulul Asmi tampak begitu bersemangat belajar meski ruangan yang ditempati belajar sangat jauh dari layak. Dimana, hanya berdinding dari anyaman bambu yang sudah robek-robek dan lantai beralas tanah. Melalui dana CSR, Pertamina akan merenovasi sekolah ini hingga menjadi layak dan setara dengan sekolah lainnya.

MAKSSAR, BKM — PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VII Sulawesi menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Dana CSR yang diberikan ini digukan untuk merenovasi gedung sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ulul Asmi Dusun Pangi-pangi, desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
Gedung sekolah yang selama ini dicap ‘kandang kambing’ segera direnovasi menjadi lebih layak melalui program CSR Pertamina. ”Gedung sekolah yang lama akan segera dirobohkan karena akan dibangun gedung yang baru dan lebih layak. Agar proses belajar mengajar tidak terputus, kami telah menyiapkan tenda sementara seukuran empat ruang kelas,” ujar Area Manager CSR & SMEPP Sulawesi PT Pertamina, Syarifuddin, kemarin.
Syarifuddin yang langsung memantau pendirian tenda jenis roder, mengatakan, Pertamina sangat intens dalam meningkatkan mutu pendidikan hingga ke pelosok negeri. ”Melihat kondisi yang cukup memperihatinkan, kami tidak berpikir panjang untuk membantu MI Ulul Asmi. Apalagi, sekolah ini berada di pedalaman yang memiliki keterbatasan akses,” imbuhnya.
Pertamina menargetkan sekolah yang berjarak 83 kilometer dari kota Watampone dibangun menggunakan material yang kuat dan tahan lama. Sekolah yang memiliki 30 orang murid ini akan dilengkapi fasilitas mobiler terbaik setara sekolah pada umumnya. Tidak ketinggalan fasilitas perangkat IT, turut menunjang operasional di sekolah ini nantinya. Berdiri pada tahun 2009 silam, MI Ulul Asmi hanya berbekal seadanya. Gedung sekolah, kata Syarifuddin, hanya dibalut rajutan bambu usang dan seng yang diambil dari material sisa. Tampilan jauh dari layak membuat sekolah itu disebut orang sebagai ‘kandang kambing’. Karena keterbatasan biaya operasional, guru menggunakan arang di papan bercat putih sebagai pengganti kapur tulis. Jika musim hujan tidak jarang proses belajar mengajar terpaksa dihentikan. Karena atap sekolah bocor dan ancaman sekolah ambruk akibat angin kencang. Beruntung MI Ulul Asmi memiliki tenaga pengajar hebat. Meski hanya sukarelawan dan sangat jauh dari status Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kepala sekolah dan guru angat bersemangat dan sepenuh hati mengajar muridnya yang juga didominasi dari kalangan kurang mampu.
Kepala MI Ulul Asmi, mengatakan, Pertamina merupakan lembaga pertama yang menyalurkan bantuan. ”Memang banyak yang ingin menyalurkan bantuan di sekolah ini. Namun hanya janji dan tidak ada realisasi. Alhamdulillah Pertamina justru membantu sekolah kami secar total. Sehingga MI Ulul Asmi bisa setara dengan sekolah pada umumnya,” ujar Saparuddin. (mir)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top