Sulselbar

Nelayan tak Melaut, Harga Ikan Melonjak

NELAYAN -- Kepala Syahbandar Sinjai Muh Ridwan saat ditemui di kantornya, Selasa (6/2).

SINJAI, BKM — Angin kencang dan tingginya gelombang laut di perairan Sinjai, memaksa nelayan mengurungkan niat untuk melaut.
Hal ini memengaruhi harga ikan di pasar Sentral Sinjai dalam beberapa hari terakhir.

Salah seorang pedagang ikan Fajar mengaku cuaca buruk menjadi penyebab utama tingginya harga ikan saat ini.
“Harga ikan naik dua kali lipat, yang dulu satu hampar di TPI Lappa Rp 40 ribu kini dikisaran Rp 100 ribu. Jadi kami yang pedagang kesulitan dengan stok saat ini sehingga kami yang menjual di Pasar Sentral Sinjai juga menaikkan harga, ” ujarnya.
Kepala Syahbandar Sinjai Muh Ridwan, mengatakan pihaknya menyampaikan kepada para nelayan untuk tidak melaut.
“Sudah hampir sepekan larangan berlayar kami keluarkan. Kami tidak ingin kejadian seperti yang terjadi di Selayar, terulang lagi di Sinjai. Semua ini kami lakukan demi keselamatan para nelayan,”katanya.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, pada stasiun meteorologi maritim Paotere Makassar, kecepatan angin mencapai 30 knot, dan ketinggian gelombang mencapai tiga meter.
Sementara itu hujan disertai angin kencang yang terjadi Sinjai dalam sepekan ini juga membuat para petani jagung merugi di Desa Batu Belerang Kecamatan Sinjai Borong. Pasalnya tanaman jagung milik petani bertumbangan dan gagal panen.
Kepala Desa Batu Belerang, Ahmad P saat ditemui mengatakan sedikitnya puluhan hektar tanaman jagung milik petani di daerah ini gagal panen akibat hujan deras dan angin kencang.
“Sudah hampir sepekan ini terjadi hujan terus menerus disertai angin kencang yang mengakibatkan sekitar 10 hektar jagungmilik petani gagal panen,” jelasnya.
Ditambahkan Ahmad, akibat hujan disertai angin kencang selain tanaman jagung, tanaman cengkeh dan tanaman lainnya juga mengalami kerusakan.
(din/C)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top