Headline

Elpiji 3 Kg Bakal Naik, Jatah Pengecer Dibatasi

MAKASSAR, BKM — Wacana akan naiknya harga elpiji kemasan 3 kilogram telah membuat konsumen merasa was-was. Disebut-sebut, kenaikan diperkirakan mencapai 100 persen atau dari Rp15.000 menjadi Rp30.000.
Meski demikian, pihak Pertamina mengaku belum bisa memastikan kapan harga elpiji melon ini naik. Karena itu menjadi domain dari pemerintah. Hal itu pun diakui Hermansyah Y Nasroen, Manager Area Communication & Relations Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi.
”Penentuan harga elpiji 3 kg itu adalah wewenang pemerintah. Bukan Pertamina. Pertamina di sini adalah badan usaha yang diberi tugas untuk mendistribusikan,” kata Hermansyah ketika dihubungi, Selasa (7/2).
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang berharap, dalam melaksanakan sebuah keputusan, pemerintah pusat seharusnya mendahulukan kepentingan masyarakat. Dia menyebut, selama ini kebijakan untuk kenaikan harga gas memang sudah tidak bisa diprediksi. Karena harga BBM sudah mengacu pada harga pasar dunia.
Namun, dia meminta pemerintah pusat dalam mengeluarkan kebijakan yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak harus penuh dengan pertimbangan. Apalagi, terkait rencana menaikkan harga gas.
“Kita berharap kebijakan yang diambil pemerintah pusat bisa mendahulukan kepentingan rakyat. Itu yang paling utama,” ujarnya, kemarin.
Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan elpiji tiga kilogram bagi masyarakat Kota Makassar, Pertamina mendistribusikan sebanyak 53 ribu tabung per hari. Perlu diingat, kata Hermansyah, elpiji tiga kilogram ini adalah bahan bakar bersubsidi sehingga diberi kuota dalam distribusinya.
”Kami selalu mengimbau masyarakat agar mereka yang sepatutnya tidak menggunakan elpiji bersubsidi agar menggunakan elpiji non subsidi. Pertamina menyediakan beberapa varian elpiji non subsidi. Salah satunya bright gas ukuran 5,5 kilogram yang kita luncurkan sejak Agustus 2016 lalu di Makassar,” ujarnya.
Tentang besaran alokasi bright gas ke pasaran selama ini, Hermansyah mengatakan, masih sangat fluktuatif. Karena masih baru. Sedangkan untuk elpiji kemasan 12 kilogram, Pertamina tiap hari mensuplai ke konsumen di Makassar sebanyak 2.000 tabung.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro, di Jakarta beberapa waktu lalu, mengatakan, elpiji tiga kilogram bersubsidi seharusnya dikonsumsi pihak yang berhak, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro.
Namun, pada kenyataannya elpiji yang dibungkus dengan tabung berkelir hijau tersebut bebas dikonsumsi berbagai kalangan. Hal tersebut tercermin dari berlebihnya konsumsi elpiji, di luar dari paket perdana yang telah dibagikan sebanyak 57 juta paket.
Saat ini pemerintah sedang merancang penyaluran subsidi elpiji tepat sasaran agar menertibkan konsumsi elpiji bersubsidi. Rencananya, mulai Maret 2017, masyarakat yang berhak mendapatkan subsidi akan memperoleh kartu sebagai tanda bukti.
Kartu tersebut juga berisi subsidi berupa uang elektronik. Dengan begitu, ketika membeli elpiji kartu tersebut harus ditunjukkan. ”Pelaksanaan penyaluran subsidi elpiji tepat sasaran membuat harga elpiji 3 kg akan ikuti harga keekonomian,” kata Wianda.
Dari hasil pemantauan BKM di lapangan, tampak banyak pelaku usaha rumah makan maupun kuliner yang tergolong menengah, ikut menggunakan elpiji untuk usahanya. Mereka diantarkan menggunakan kendaraan roda tiga maupun roda empat.
Menyusul mencuatnya wacana kenaikan gas elpiji 3 kg, jatah pengecer dibatasi. Mereka hanya dipasok lima tabung. Itupun harus menyertakan surat keterangan usaha.
”Kita hanya bisa mendapat jatah maksimal lima tabung. Kurang sekali itu. Harus cari ke tempat lain,” ujar Anti, pengecer elpiji 3 kg di Jalan Antang Raya, Makassar, kemarin.
Biasanya, Anti mendapatkan jatah sebanyak 10 tabung sekali ambil dari agen. Namun belakangan, pihak agen menyampaikan stok dikurangi. Hal ini berdampak pada kenaikan harga di tingkat pengecer.
Yang lebih parah lagi dialami Lulu. Sudah dua bulan lamanya ia sama sekali tidak pernah mendapat antara jatah dari agen langganannya.
“Biasanya saya diantarkan. Tapi sudah dua bulan ini tidak lagi. Alasannya, tidak ada stok. Jadi saya terpaksa keliling cari agen. Biasa juga beli di SPBU,” ujar Lulu.
kalau lima tabung untuk elpiji 3 kg harganya Rp16 ribu, jadi saya jualnya Rp18 ribu,” ungkap Lulu. (mir-rhm-jun/rus)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top