Metro

Abraham: Dana Pendidikan Harus Ditambah

ist PERLUNI-- Rektor UNM, Prof Husain Syam mengukuhkan pengurus Perluni UNM Periode 2017-2021. Pengurus Perluni turut diisi jurnalis senior.

MAKASSAR, BKM– Alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk sektor pendidikan di Sulsel terbilang kecil. Sulsel hanya mendapatkan alokasi anggaran sekitar 3 persen dari 100 persen anggaran yang disediakan pusat.

Seharusnya tegas mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, dana alokasi anggaran untuk pendidikan di Indonesia harus merata, jangan hanya di pusat yang lebih besar jumlahnya dibandingkan daerah lainnya termasuk Sulsel.
“Dari 100 persen anggaran dana pendidikan yang dikucurkan pemerintah untuk 34 provinsi, hanya 3 persen yang dianggarkan ke Sulsel,” ungkapnya saat menghadiri diskusi di Sandeq Room, Grand Clarion Hotel Makassar, Selasa (7/2).
Abraham menambahkan, pembagian anggaran seperti inilah yang menyebabkan mutu pendidikan masih rendah, sehingga perlu pemerataan anggaran antara pusat dan daerah.
Dalam diskusi yang digelar Perhimpunan Alumni (Perluni) Universitas Negeri Makassar mengangkat tema “Membangun Pendidikan berintegritas”, mantan Direktur Anti Cooruption Comitte (ACC) ini sempat menyingung soal sembilan nilai integritas yang dikembangkan KPK yaitu kejujuran, keadilan, kepedulian, kedisplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, sederhana, dan keberanian. “Kita telah mensurvei ternyata dari 34 provinsi di Indonesia ternyata generasi muda saat ini tidak menjadikan lagi orang tua sebagai pusat rujukan pembentukan karakter, bahkan di umur 29 tahun sudah berani melakukan korupsi,” tuturnya.
Rektor UNM Prof Husain Syam, menyatakan pembentukan pendidikan di usia dini saat ini didominasi oleh perempuan yang semestinya juga harus diikuti oleh laki-laki untuk membentuk karakter.
“Karena laki-laki itu adalah sosok bapak, dan bapak memiliki watak pemimpin dan itu perlu diberikan seorang anak untuk melengkapi Pendidikan yang berikan seorang perempuan sebagai sosok ibu,” ujarnya.
Ditempat yang sama Prof Husain Syam juga mengukuhkan pengurus Perluni Universitas Negeri Makassar periode 2017-2021.
Dalam sambutannya rektor mengapresiasi kehadiran Perluni yang menjadi wadah berhimpun alumni UNM yang memiliki idealisme yang sama. Ia berharap perhimpunan alumni lain juga muncul dalam upaya pengembangan alumni.
“Perluni akan menjadi organisasi sayap UNM. Tidak saja menjadi wadah berhimpun tetapi juga senantiasa memberi kontribusi dan masukan untuk pengembangan universitas,” kata Husain Syam.
Pengukuhan pengurus Perluni UNM juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang. Dalam sambutannya Wagub menyampaikan apresiasi atas pengukuhan pengurus Perluni UNM. Wagub yang juga Ketua IKA SMA Negeri 1 Makassar itu mengatakan organisasi alumni tidak hanya menjadi wadah berkumpul tetapi juga senantiasa memberi kontribusi nyata untuk almamaternya.
Perluni UNM dipimpin Hazairin Sitepu, jurnalis senior yang kini menjadi CEO Radar Bogor. Pengurus Perluni lainnya antara lain Dekan Ilmu Sosial UNM, Prof Hasnawi Haris, Dekan Psikologi UNM, Prof Jufri, dan Asdir PPs UNM, Prof Dr Anshari. Beberapa jurnalis Makassar juga masuk jajaran pengurus seperti Wakil Direktur PT Media Fajar, Uslimin, Direktur Pojok Sulsel, dan Direktur Berita Kota Makassar, Fachruddin Palapa.
Hazairin mengatakan Perluni hadir untuk membantu mengembangkan wawasan dan kesejahteraan alumni. Bahkan Perluni, kata dia bersedia mengadvokasi alumni UNM khususnya yang berkiprah sebagai tenaga guru jika mendapat perlakuan yang tidak adil dalam menjalankan tugasnya. (ita)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top