Warga Tamalanrea Hanyut di Maros – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Warga Tamalanrea Hanyut di Maros

MAROS, BKM — Warga di sekitar Desa Bonto Matene tiba-tiba heboh dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas. Belakangan diketahui, mayat tersebut bernama Erna (38 tahun), warga Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Ia ditemukan tewas mengapung oleh warga sekitar Sungai Bonto Ramba, Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai pada hari Minggu (5/2). Diketahui, korban merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara.
Dari kartu identitasnya, korban beralamat di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea. Namun sejak beberapa tahun lalu, ia kemdian tinggal bersama ibu dan anaknya di perumahan Barambang Dua, Desa Bontomatene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.
Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Jufri Natsir, mengatakan, saat ditemukan jasad perempuan ini tidak terdapat identitas apapun. Namun, polisi menyampaikan ciri-ciri jasad kepada warga yang akhirnya dikenali pihak keluarga. Jasad ini pun sudah diotopsi di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangan Maros.
“Warga menemukan jasad wanita ini sudah dalam keadaan mengapung. Keterangan sementara yang kami peroleh, korban diduga terpeleset saat mencari sayur di pinggiran sungai. Pihak medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” kata Jufri saat ditemui di kamar jenazah.
Jufri menjelaskan, korban memang sudah tidak bersama keluarganya sejak hari Jumat lalu. Korban tidak dicari pihak keluarga karena korban memang sudah terbiasa meninggalkan rumah dan bermalam hingga beberapa hari di rumah sahabatnya. Dari tanda-tanda jenazah, korban memang sudah meninggal sejak beberapa hari lalu.
Sementara itu, kakak kandung korban, Sukmawati yang datang ke ruang jenazah mengaku, korban memang sudah tidak berada di rumah orangtuanya sejak Jumat (3/2). Awalnya ia tidak percaya jika mayat yang ditemukan warga ini merupakan adik kandungnya. Namun, saat ia melihat pakaian korban dari foto, ia pun memastikan jika mayat tersebut adalah adiknya.
Sukma mengakui, sejak berpisah dengan suaminya 20 tahun silam, kondisi kejiwaan korban mulai terganggu. Suaminya meninggalkan korban bersama seorang anaknya tanpa ada sepatah kata apapun. Sehingga korban selama ini harus menghidupi diri bersama anaknya yang kini sudah berumur 11 tahun dan duduk dibangku kelas lima sekolah dasar.
”Memang agak sedikit terganggu kejiawaannya sejak ia ditinggalkan suaminya. Selama ini ia bekerja apa saja untuk menghidupi diri dan anaknya. Termasuk mencari sayur kankung di pinggir sungai untuk dia jual ke tetangga,” terangnya. (ari/mir/c)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top