Headline

Untung Ada Mobil Patroli Polisi

”ADA apa ini,dik? Kenapa tidak ada petepete yang lewat. Ada demokah?” begitu pertanyaan yang meluncur dari mulut Warda, salah seorang pegawai di kantor PDAM Jalan Prof Dr Abdurahman Basalamah, Senin siang (6/2).
Ternyata, ia belum tahu kalau sopir angkutan umum tengah berdemo. Aksi diwarnai dengan menurunkan penumpang dari atas angkutan petepete. Mereka juga mencegat taksi. Penumpangnya diminta untuk diturunkan. Pengguna kendaraan umum itupun dengan terpaksa turun dan berusaha mencari tumpangan.
Warda mengaku tinggal di Jalan Cendrawasih. Cukup jauh dari tempat kerjanya. Diapun harus mengeluarkan biaya ekstra untuk bisa sampai di rumahnya. Karena harus naik becak.
Hal serupa dialami Satriani, pegawai Dinas Pendidikan Sulsel. ”Susahnyami mau pulang. Tidak ada petepete. Belum lagi macetnya. Kenapakah sopir demo lagi,” cetusnya.
Pantauan BKM, hampir seluruh ruas jalan di Makassar terdapat penumpang yang telantar. Beruntung, kondisi ini telah diantisipasi sebelumnya. Armada milik TNI dan polri dikerahkan untuk mengangkut mereka.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono mengaku, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pandam untuk pengamanan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan Organda. Termasuk kesepakatan untuk menurunkan sejumlah kendaraan untuk mengangkut penumpang yang telantar.
”Seluruh mobil angkutan personel, baik di polrestabes maupun polsek dikerahkan untuk mengangkut warga yang membutuhkan,” kaat Irjen Muktiono yang didampingi Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani usai berkunjung ke Graha Pena, kemarin.
Aksi massa awalnya berkumpul di satu titik, yaitu flyover. Selanjutnya memecah diri sambil berorasi. Ada yang di simpang lima underpass, terminal Daya, kantor gubernur, Dispenda Sulsel, terminal Mallengkeri dan balai kota.
Aparat Polsek Rappocini dan Tamalate telah bersiaga di titik-titik aksi mogok para sopir. Mereka kemudian mengarahkan penumpang yang telantar untuk naik ke mobil patroli. Selanjutnya
mengantar mereka ke tujuan masing-masing.
Binmas Polsek Tamalate Bripka Irwan mengatakan, sebanyak dua unit mobil patroli dari polseknya disiagakan ke jalan ini. Selain itu, mobil patroli milik Polsek Rappocini juga ikut membantu mengangkut penumpang.
“Kita sudah siaga mengantisipasi aksi mogok sopir. Jika mendapati penumpang yang diturunkan sebelum sampai ke tujuan, kami memberikan bantuan untuk mengantar mereka,” kata Bripka Irwan.
Salah seorang penumpang angkot, Rosmiati mengaku bersyukur dengan adanya mobil operasional polisi yang membantunya hingga sampai ke tujuan. ”Terima kasih atas bantuannya mengantar kami,” ujarnya.
Begitu pula dengan Suryani (48), warga Tallo. Ia berencana ke kantor Catatan Sipil di Jalan Alauddin dengan menumpangi petepete. Namun di tengah perjalanan mobil yang ditumpanginya dicegat sekelompok orang. Diapun diturunkan paksa.
Tidak lama kemudian datang polisi yang menghampirinya. Ia diminta untuk ke mobil patroli guna diantar ke tempat tujuan. ”Polisi mengantar saya sampai ke kantor Catatan Sipil,” ujarnya. (ucu-ish/rus)

loading...
Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top