Metro

Syahrul Boyong Belasan Pejabat ke Australia

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo memboyong 16 pejabatnya melakukan kunjungan ke negara Kangguru Australia selama empat hari.

Pejabat yang diboyong diantaranya Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Latif, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Andi Bakti Haruni, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Amin Yakob, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Fitriani, Kepala Dinas Peternakan Abdul Aziz, Kepala Dinas Perkebunan Firdaus, Kepala Dinas Kehutanan M Thamsil, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jufri Rahman.
Termasuk yang diboyong, Kepala Dinas Pendidikan Irman Yasin Limpo, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tautoto Tana Ranggina, Sekretaris Bapenda Muh Hatta, Kepala Biro Perekonomian Sukarniaty Kondolele, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Ilyas Iskandar.
Rombongan gubernur bertolak ke Australia Sabtu (4/2) dan rencananya sudah tiba kembali di tanah air, Kamis mendatang.
Dikonfirmasi terkait kunjungan kerja gubernur di Australia, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol, Devy Khadafi mengatakan, ada tiga sektor yang dijajaki untuk dikerjasamakan dengan Pemerintah Australia yakni pertanian, peternakan, dan pendidikan.
Gubernur dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Muresk Institut sekaligus penandatanganan letter of intent (Loi). Mureks merupakan sekolah tinggi kejuruan milik pemerintah Australia yang bergerak di bidang peternakan dan pertanian.
Devy melanjutkan, di tempat ini akan dibicarakan sejumlah bentuk kerjasama di bidang peternakan. Diantaranya peningkatan keterampilan tenaga ahli bidang inseminasi buatan atau kawin suntik dalam meningkatkan kelahiran hasil IB, bantuan konsultan ahli di bidang kesehatan hewan atau tenaga profesional di bidang reproduksi guna mengantisipasi gangguan reproduksi. Selain itu, bantuan konsultan dalam hal pelayanan kesehatan hewan guna mengantisipasi penyakit ternak utamanya yang bersifat zonosis dan pengiriman tenaga inseminator untuk memperdalam inseminasi buatan serta pemeriksaan Kebuntingan dan sistem reproduksi pada ternak ruminansia.
Sementara di bidang pertanian, sejumlah poin kerjasama yang akan dibahas diantaranya terkait pendampingan di capacity building pada bidang peningkatan SDM (human resources) aparat dan petani, pendampingan peningkatan kelembagaan petani (stregthening farmers Institution) dan food information system (Sistem informasi pangan). Sedangkan terkait peningkatan SDM nantinya akan dilakukan di bidang pengolahan pangan, berupa food tehnology dan packaging, bidang keamanan pangan/organic yaitu pendampingan berupa food safety management , dan pelatihan inspektor keamanan oangan.
Penjajakan kerjasama di bidang pendidikan juga akan dilakukan oleh SYL dengan melakukan pertemuan bersama sejumlah pihak mulai dari investor, pemerintah NSW, Departemen Pendidikan Australia yang semuanya akan difasilitasi konsulat RI di Sydney pada 6 hingga 7 Februari mendatang.
“Kerjasama antara Pemprov Sulsel ini akan berdampak positif bagi semakin majunya daerah, khususnya pada tiga sektor yakni pertanian, peternakan dan pendidikan,” pungkasnya.
Dalam setahun terakhir masa jabatannya, Gubernur Sulsel beberapa kali melakukan lawatan ke luar negara untuk penjajakan kerjasama. Sebelumnya, di akhir tahun 2016 lalu, Syahrul juga melakukan agenda kunjungan ke sejumlah negara Eropa dan memboyong sejumlah kepala SKPD. (rhm)

Comments

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top