Sopir Petepete Sungguminasa-Makassar Mogok Jalan – Berita Kota Makassar
Gojentakmapan

Sopir Petepete Sungguminasa-Makassar Mogok Jalan

IST MOGOK -- Puluhan sopir petepete memilih mogok jalan sebagai salah satu bentuk protes terhadap empat kebijakan pemerintah.

GOWA, BKM — Puluhan sopir petepete trayek Sungguminasa-Makassar melakukan aksi mogok jalan. Para sopir angkot warna merah ini memilih berdiam dan parkir di beberapa titik ramai di perbatasan kota Gowa-Makassar atau di poros Jalan Sultan Hasanuddin. Aksi mogok ini mulai berlangsung pada Senin pagi (6/2) hingga siang kemarin.
Aksi mogok jalan yang dilakukan para sopir petepete ini sebagai tanda protes dan menolak kebijakan pemerintah pusat yang dinilai mereka sangat memberatkan. Satu persatu sopir petepete yang memiliki penumpang menurunkan penumpangnya di batas kota Gowa-Makassar tersebut.
Sehingga penumpang turun dan terpaksa memakai angkutan lain, seperti menggunakan becak motor (bentor). Dewi, salah satu penumpang petepete disela aksi mogok sopir mengatakan dirinya mau ke tempat kerjanya. Tapi karena diturunkan, akhirnya ia memilih untuk naik bentor.
”Saya naik petepete dari Bontomarannu kemudian nyambung petepete jurusan Sentral-Sungguminasa di depan Balla Lompoa. Tapi begitu sampai di batas kota, saya dipaksa turun bersama penumpang lainnya. Ternyata, para sopir melakukan mogok. Saya sih nda masalah mereka mogok. Cuma kodong terlambatma sampai ditempat kerjaku,” keluh Dewi.
Di tempat lain, Firman (35) salah seorang sopir petepete mengatakan, ada sekitar 800 sopir petepete jurusan Sentral-Sungguminasa yang mogok kerja menolak kebijakan yang mencekik penghasilan sopir.
”Kami menolak kenaikan pajak STNK, menolak operasional petepete Smart, menolak aplikasi online taksi dan menolak penambahan trayek BRT yang merugikan penghasilan sopir petepete. Itu tuntutan kami,” kata Firman.
Sementara itu, meski para sopir mogok namun kondisi arus lalulintas di bilangan baras kota tetap berjalan tertib dan lancar di bawah pengawasan sejumlah petugas Satlantas Polres Gowa serta petugas kepolisian lainnya yang mengawasi aksi mogok jalan para sopir petepete tersebut. (sar/mir/c)

Comments

Social Media

Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Berita Kota dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © 2017 Berita Kota Makassar.

To Top